Puas Putusan MK, Kuasa Hukum AARS: Putusan Final dan Mengikat
Connect with us

Hukrim

Puas Putusan MK, Kuasa Hukum AARS: Putusan Final dan Mengikat

Published

on

Anggota Tim Kuasa Hukum AARS Irfan Pakaya. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS) Irfan Pakaya mengaku puas dengan hasil Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Permohonan Pemohon (Paula Runtuwene dan Harley Mangindaan) Tidak Dapat Diterima.

“Sehingga terkait dengan Putusan MK tersebut, merupakan Putusan Final dan mengikat dan wajib dihormati,” ujar Pakaya, saat dihubungi via telepon, Rabu (17/2/2021).

Dia juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Manado, terkhusus Pemilih AARS yang telah mendoakan dan memberikan dukungannya selama ini.

Sementara itu, Ketua Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Manado Andries Latjandu mengatakan bahwa pihaknya sejak awal meyakini bahwa Permohonan Paula dan Harley tidak dapat diterima.

“Sebab, mereka melalui kuasa hukumnya tidak dapat membuktikan dalil-dalilnya pada saat pemeriksaan pendahuluan di MK, sehingga tidak bisa lanjut pada tahap selanjutnya,” jelasnya.

Senada dikatakan anggota BBHAR DPC PDI Perjuangan Kota Manado Stenny Sapetu. “Kami juga mengucapkan selamat kepada AARS sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Terpilih ke depan dan semoga dapat mengemban amanah untuk mewujudkan Kota Manado yang Lebih Baik dan Hebat serta dapat bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

Sebagaimana diketahui, Sengketa Pilkada Manado dipastikan terhenti, setelah MK mengucapkan putusan bahwa permohonan Pemohon tidak diterima, dalam Sidang Pengucapan Putusan MK terkait PHPKada secara virtual, pada Rabu (17/2/2021).

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending