Partai Republik Jadi Calon Peserta Pemilu 2019. Ini Profilnya
Connect with us

Headline

Partai Republik Jadi Calon Peserta Pemilu 2019. Ini Profilnya

Published

on

Partai Republik

KlikMANADO – Setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kini muncul Partai Republik yang telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, ke KPU RI, Sabtu (14/10/2017) kemarin.

 

Partai Republik disebut-sebut merupakan partai politik (parpol) yang beranggotakan para pendukung Joko Widodo sejak mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta hingga Calon Presiden RI tahun 2014 lalu.

 

KlikNews pun mencoba menelusuri sejarah hingga kepengurusan partai ini. Berikut hasilnya.

 

Dikutip dari Wikipedia, Partai Republik sebenarnya sudah dideklarasikan pada 25 Mei 1998 untuk mengikuti Pemilu tahun 1999, dengan diketuai oleh Syarifudin Harahap.

 

Sayang, partai ini gagal mendapatkan suara yang memenuhi electoral treshold pada Pemilu 1999, sehingga harus tersisih dalam perebutan kursi DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten dan Kota.

 

Usai kekalahan tersebut, partai ini menggelar Kongres II pada tahun 2003, dengan hasil Ahmad Yani Wahid menjadi Ketua Umum dan menetapkan tidak akan mengikuti Pemilu 2004.

 

Selanjutnya, para pengurus justru membentuk Partai Demokrat, dengan AD-ART yang sama persis dengan milik Partai Republik. Selain itu, mereka juga mendeklarasikan diri sebagai relawan SBY, dalam Silaturahmi Nasional Tim Relawan SBY.

 

Setelah itu, partai ini tidak aktif dikancah perpolitikan nasional hingga tahun 2008. Pada tahun tersebut, Partai Republik kembali didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM dengan nama serupa.

 

Karena waktu yang begitu sempit dan kurangnya persiapan, Pengurus DPP memutuskan untuk tidak mengikuti Pemilu 2009.

 

Pada tahun 2011, partai ini menggelar Kongres III di Jakarta dan mengangkat Marwah Daud Ibrahim sebagai Ketua Umum secara aklamasi. Meski sudah didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM, partai ini lagi-lagi mengalami kevakuman.

 

Pada tahun 2016, sejumlah pendukung berat Joko Widodo menginisiasi kelahiran kembali partai ini, dan dengan strategi ‘Amoeba’, membentuk kepengurusan di berbagai daerah secara cepat.

 

Dikutip dari website resminya, Partai Republik memiliki lambang Rajawali Merah bermahkota.

Rajawali merah berarti negara Republik Indonesia yang kuat, perkasa dan tangguh dalam membangun Bangsa dan Negara.

 

Mahkota melambangkan kekuasaan dan kejayaan agar partai ini berkuasa dan berjaya dengan memelihara dan menjaga kekuasaannya dengan perilaku, sikap, ucapan dan budi pekerti terbaik untuk membangun negeri.

 

Adapun bintang di atas perisai melambangkan agar kader partai tetap teguh berjuang menjaga Pancasila sebagai azas dan dasar negara dan melaksanakan amar makruf nahi munkar, dan senantiasa mengagungkan Tuhan.

 

Adapun Padi,Jagung, Cakra dan Kapas dengan ujung pensil pada genggaman burung Rajawali melambangkan bangsa ini harus memiliki semangat juang, dan pantang menyerah, mau bekerja keras, cukup dan kuat sandang, pangan, papan, dan dengan sadar membangun budaya baca-tulis.

 

Adapun Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Republik Masa Bakti 2016 – 2021 adalah sebagai berikut.

 

Dewan Penyantun :

 

Dewan Pertimbangan

 

Tubagus Jhony Abdullah

 

Hendryanto Andrie DH

 

Mahkamah Partai

 

Widjiono Wasis

 

T.C Adiwana

 

Achmad Noor Cholis, S.T , M.T

 

Hamaldi Hamada Harahap

 

Santi Retno Sari, M.Si

 

Dewan Pengurus :

 

Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. Suharno Prawiro

 

Wakil Ketua Umum Annisa Permata Sari, S.Pt., M.Sc

 

Wakil Ketua Umum Hamdan Harahap

 

Ketua Marsma TNI (Purn) H. Juwono Kolbioen

 

Ketua Dr. Andriansyah

 

Ketua Yulia Putri Noor, S.E

 

Ketua Ir. Bambang Hardjono

 

Ketua Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, M.Si (Han)

 

Sekretaris Jenderal Unggul Hermei Kurniawan

 

Wakil Sekjen Luqmanul Hakim

 

Wakil Sekjen Wiwin Agustina

 

Wakil Sekjen Warsono

 

Bendahara Umum Dr. Nunung Rusmiati

 

Wakil Bendahara Umum Friska Monita, S.Ked

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending