PokDem Nilai ODSK Berhasil Pimpin Sulawesi Utara
Connect with us

Humaniora

PokDem Nilai ODSK Berhasil Pimpin Sulawesi Utara

Published

on

PokDem

KlikSULUT – PokDem (Poros Kedai Demokrasi), kelompok yang terdiri atas sejumlah aktivis muda, menilai Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) telah berhasil memimpin Sulawesi Utara (Sulut) pada periode 2015-2020.

Sebagaimana diungkapkan Koordinator PokDem Agus Abdullah, penilaian tersebut didasarkan atas sejumlah variabel. “Indikator yang digunakan di antaranya adalah sosial ekonomi,” ujarnya, usai diskusi terbatas, beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan indikator tersebut, kebijakan OD-SK kelihatan pro poor, kesehatan jasmani dan spiritual, kesejahteraan dan pendidikan di atas rata-rata,” terangnya.

Di sektor kesehatan, alat ukur yang digunakan kelompok ini adalah Angka Harapan Hidup (AHH) yang dirilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut selang 2015-2019.

AHH Provinsi Sulut di atas usia 70. Tahun 2015 di angka Malah, rata-rata tertinggi dibanding lima provinsi di daratan Sulawesi.

Artinya, lanjut Agus, rata-rata orang Sulut bisa hidup lebih lama dibandingkan warga provinsi lain. Hal itu menandakan warga Sulut hidup nyaman, dan tingkat stress rendah. “Kehidupan sosial sangat harmonis dibanding yang lain,” jelas Agus.

Di sektor pendidikan, Sulawesi Utara lama rata-rata usia sekolah 9,48 tahun. Berbanding jauh dengan anak-anak di Sulsel dan Sulteng 8,26 dan 8,75 tahun. Indonesia secara umum saja masih berada di bawah 8 tahun.

“Itu artinya akselerasi pembangunan disertai dengan kesadaran warga Sulut untuk menamatkan anaknya sampai jenjang SMA,” ucap Frangky Kurniawan mantan aktivis kritis ini.

Senada, Mazhabullah Ali mengakui indeks prestasi lainnya adalah keberpihakan kepada petani. Infrastruktur di pedesaan rata-rata dibangun. Ini memudahkan akses petani ke pedagang. Harga barang petani lebih baik dari sebelumnya. Bisa dibuktikan dengan nilai tukar petani (NTP) naik di atas 100.

“Meski sektor jasa meningkat menyumbang pertumbuhan ekonomi, tapi sektor pertanian masih penopang utama sekira 20 persen. Menandakan pak gubernur menjaga kehidupan sektor pertanian. Apalagi di saat pandemi, kebutuhan hasil pertanian mampu menopang,” ucapnya.

Untuk indikator sosial lain, toleransi adalah salah satu potret keberhasilan ODSK. Selama menjadi nakhoda Sulut, hubungan antar umat beragama sangat terjaga. Harmonis. Saling menghargai. Padahal, isu panas sempat mengusik kelompok tertentu.

“Kita tidak menilai tanpa dasar. OD dan SK mampu membingkai para kepala daerah dan para tokoh agama dan masyarakat. Itu saja tanda atau ukuran keberhasilan. Meski kelemahan pak OD adalah birokrasi yang rata-rata tidak maksimal,” pungkas Madzhabullah.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending