Jokowi, Masyarakat dan Pilpres 2019
Connect with us

Catatan Publik

Jokowi dan Pilpres 2019

Published

on

Jokowi

KlikJAKARTA – Apakah Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, sudah bersiap menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) RI tahun 2019 nanti?

 

Pertanyaan ini tentu saja sangat dinantikan jawabannya oleh masyarakat Indonesia. Yang pasti, saat ini presiden yang akrab dengan blusukannya ini terus mengingatkan para anggota kabinetnya agar tidak mengeluarkan kebijakan yang mengecewakan rakyat.

 

Menurut Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri, dirinya menganggap wajar jika Presiden Joko Widodo sudah mempersipkan Pilpres tahun 2019. Hal ini disebabkan karena secara prinsip pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla hanya tinggal 11 bulan lagi.

 

Apakah Joko Widodo Berencana Maju ke Periode Dua?

Syamsuddin Haris selaku pengamat politik dari LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menilai wajar jika Joko Widodo mengingatkan para anggota kabiner agar tidak mengeluarkan kebijakan yang mengecewakan rakyat.

 

Hal ini dikarenakan peluang petahana untuk terpilih di periode selanjutnya tergantung pada penilaian rakyat akan kinerja Kabinet Jokowi selama ini. Apabila kinerja kabinet Jokowi dan JK dianggap sukses, maka kemungkinan besar peluang Jokowi untuk menang di Pilpres tahun 2019 semakin besar.

 

Jokowi Memiliki Peluang Besar

Banyak pihak berpendapat bahwa Presiden Joko Widodo telah memiliki tiket untuk dapat maju kembali sebagai calon presiden 2019. Tiket tersebut berasal dari tiga partai yang telah secara resmi menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo untuk dapat maju di periode kedua.

 

Salah satunya dukungannya muncul dari Partai Persatuan Pembangunan yang pada tanggal 21 Juli 2017 kemarin telah secara resmi mengumumkan dukungannya pada Jokowi.

 

Sejumlah Partai Masih Bungkam

Partai pendukung pemerintahan lain, seperti PDI-P, PAN,PKB dan Nasdem sejauh ini masih belum menyatakan keberpihakannya. Mereka masih bungkam tentang calon yang akan mereka dukung pada Pemilu 2019.

 

Namun, dukungan dari tiga parpol tadi sudah cukup bagi Jokowi untuk maju kembali di Pemilu Presiden 2019. Hal ini dikarenakan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum telah resmi disahkan pada tanggal 21 Juli 2017 lalu.

 

Ketentuan yang belum lama disahkan ini menuai banyak pro dan kontra. Banyak pihak telah berencana mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Namun sejauh ini usulan tersebut ditolak oleh MK, maka pencalonan Jokowi semakin berjalan mulus.

 

Dalam UU tersebut disebutkan bahwa partai politik yang akan mengajukan pasangan capres dan cawapres harus memiliki 20% kursi di DPR atau 25% suara sah Nasional.

 

Tanggapan Dari Lawan Politik

Dari pihak Gerinda atau partai oposisi pemerintahan Jokowi. Pemerintahan Jokowi memaksakan mempertahankan presidential threshold 20%. Karena dengan begitu semakin besar peluang kemenangan Jokowi. Menurut Ahmad Riza Patria selaku Ketua DPP Gerindra dirinya menuturkan bahwa jika pemerintahan Jokowi ingin menang di Pilpres 2019. Seharusnya pemerintah mulai sekarang fokus mensejahterakan rakyat agar rakyat kembali memilih Jokowi. Bukan dengan memaksakan presidential threshold.

 

(Tim)

Advertisement

Trending