Connect with us

Humaniora

Pilkada Dinilai Banyak Masalah, Paham Akan Gugat KPU Manado di MK

Published

on

Paham

KlikMANADO – KPU Manado telah menyelesaikan tahapan Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara Pilkada Manado tahun 2020, di Sintesa Peninsula Hotel Manado, pada Kamis (17/12/2020).

Dari rapat pleno tersebut diketahui bahwa pasangan calon Nomor Urut 1 Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) menjadi peraih suara terbanyak pada Pilkada kali ini,menyisihkan tiga paslon lainnya.

Meski demikian, ternyata Paslon Nomor Urut 4 Paula Runtuwene dan Harley Mangindaan (Paham) akan mengajukan gugatan terhadap KPU Manado lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

“Iya, kami sedang menyiapkan materi gugatannya,” ujar Mursid Laiya, saksi paslon Paham pada Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada Manado, pada Kamis (17/12/2020).

Menurut dia, gugatan tersebut akan diajukan setelah memperhatikan banyaknya permasalahan inprosedural yang dilakukan KPU Manado dan sejumlah kejanggalan lainnya.

“Kami mempersoalkan bukan hanya angka-angka. Contohnya masih banyak perbaikan-perbaikan di ranah pleno tingkat Kota, itu tandanya banyak masalah, dan atas dasar ini kami akan menggugat KPU Manado ke pihak MK,” bebernya.

Kejanggalan lainnya, lanjut Laiya, adalah yang terjadi di Kecamatan Malalayang. “Padahal telah selesai diplenokan tetapi PPK masih membuka Kotak Suara tanpa sepengetahuan,” ungkapnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Humaniora

H2M Peduli Bencana Manado

Published

on

KlikMANADO – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Manado, pada Sabtu (16/1/2021), ternyata membuat Anggota DPR RI Hi Herson Mayulu (H2M) prihatin.

Sebagaimana pantauan KlikNews pada Minggu (17/1/2021), H2M melalui H2M Network langsung bergerak membagikan bantuan berupa makanan siap makan kepada para korban bencana. Di antaranya di Kampung Tela Mahawu, Bailang, Ternate Baru, Ketang Baru, Sario dan korban tanah longsor.

Terpantau, tim yang membagikan bantuan dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok bantuan korban banjir Tuminting, kelompok bantuan korban banjir Singkil, dan kelompok bantuan korban tanah longsor.

Bantuan yang siap disalurkan. (Sumber Foto: Istimewa)

Hingga Minggu (17/1/2021) malam ini, H2M Network melalui Rumah Aspirasi terus mendistribusikan makanan siap makan. Bahkan terinformasi, mereka akan terus bergerak meringankan beban korban banjir pada Senin (18/1/2021) besok.

Menurut personel H2M Network Yudistira Nusrin, bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian anggota DPR RI dari PDIP dapil Sulawesi Utara, Herson Mayulu, atas bencana yang menimpa masyarakat Manado.

“Tak perlu kami menyebutkan berapa banyak dan bagaimana isi bantuannya. Pastinya, kami berharap bantuan ini bisa mengurangi kesulitan yang sedang dirasakan masyarakat korban bencana,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Humaniora

KKSS Sulut Peduli Bencana Majene dan Manado

Published

on

KlikSULUT – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Utara (Sulut) merespons cepat bencana alam yang menimpa warga.

Setelah menyalurkan bantuan kepada warga Sulawesi Barat (Sulbar) yang ditimpa bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, kini KKSS Sulut membuka donasi untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Kota Manado, pada Sabtu (15/1/2021).

Bahkan terinformasi, organisasi paguyuban ini langsung mengumpulkan bantuan sukarela bagi korban bencana. Menurut Bendahara Hi Sudharmono, aksi tersebut sebenarnya merupakan gerakan spontanitas warga perantau asal Sulawesi Selatan yang ada di Sulut.

“Kami sangat prihatin dengan bencana yang terjadi. Makanya ini gerakan spontanitas,” ungkap Hi Sudharmono.

“Secara pribadi, kami juga telah mengirimkan bantuan ala kadarnya, yang kami rasa sangat dibutuhkan para korban gempa,” katanya.

“Bagi yang mau memberikan donasi, bisa melalui BPP KKSS Bank Sulselbar dengan nomor rekening 400-201-000000118-9,” terangnya.

(***)

Continue Reading

Humaniora

Gempa Majene Rusak Dua Rumah Warga di Mamuju

Published

on

https://www.kliknews.net/wp-content/uploads/IMG-20210114-WA0039.jpg
Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa Majene. (Sumber Foto: BNPB)

KlikJAKARTA – Sebanyak dua rumah warga di Mamuju mengalami kerusakan saat gempa Majene berkekuatan M5,9 pada Kamis siang (14/1/2021), pukul 13.35 WIB.

Saat ini beberapa BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak gempa tersebut. Laporan sementara lainnya menyebutkan, 1 unit barak Sabhara Polda Sulawesi Barat mengalami kerusakan.

Di samping itu, 1 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan bahwa warganya merasakan guncangan kuat.

Warga merasakan gempa kuat selama kurang lebih 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah. Setelah gempa terjadi, BPBD Kabupaten Majene melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa terkait dampak dari gempa.

Sedangkan BPBD Kabupaten Mamuju menginformasikan warganya merasakan guncangan kuat 3 hingga 4 detik. Masyarakat juga panik dan keluar rumah. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak gempa.

Hal serupa juga diinformasikan BPBD Kabupaten Poliwali Mandar. Gempa dirasakan kuat oleh masyarakat sekitar 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah untuk menghindari dampak buruk gempa.

Gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak memicu terjadinya tsunami.

Melihat analisis peta guncangan BMKG dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M5,9 memicu kekuatan guncangan IV MMI di Mamuju, III – IV MMI di Majene, Mamuju Utara, Majuju Tengah, III MMI di Toraja, Mamasa, II – III MMI di Pinrang, Pare-pare, Wajo, Polewali Mandar, Tanah Grogot, II MMI di Balikpapan.

Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala IV MMI menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi.

Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sedangkan II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Raditya Jati mengungkapkan, BNPB melakukan koordinasi dengan beberapa BPBD untuk memonitor kondisi pascagempa.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending