Diucapkan Anies Baswedan, Kata "Pribumi" Kini Viral di Medsos
Connect with us

Headline

Diucapkan Anies Baswedan, Kata “Pribumi” Kini Viral di Medsos

Published

on

Anies Baswedan

KlikMANADO – Kata “pribumi” mendadak viral di media sosial, setelah Anies Baswedan mengucapkannya dalam Pidato politik perdana sebagai Gubernur DKI Jakarta di depan para pendukungnya, Senin (16/10/2017) kemarin.

 

Bahkan, hingga berita ini diturunkan, setidaknya ada 63,6 ribu tweet yang menyebutkan kata ini, atau sudah menjadi trending topic di media sosial tersebut.

 

Mayoritas pengguna media sosial twitter menilai, kata “pribumi” tak perlu lagi digunakan saat ini. Karena sudah tidak sesuai dengan zaman.

 

Denny Siregar bahkan menulis bahwa masyarakat tidak lagi mengenal pribumi, karena semuanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

 

 

Goenawan Mohamad pun tak mau ketinggalan. Dia menyindir pidato dengan kata “pribumi” lewat tweet yang menegaskan bahwa kata itu sudah dihapus dan tak perlu digunakan lagi.

 

 

Tulisan serupa dibuat Muannas Alaidid. Dia bahkan memuat Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

 

Tunggal Pawestri menulis bahwa dia trauma dengan dikotomi pribumi dan nonpribumi. Dia mengaku langsung ingat dengan peristiwa 1998, dimana rumah dan toko menulis kata tersebut besar-besar agar tidak dijarah.

 

https://twitter.com/tunggalp/status/919946464649814018

 

Sebagaimana dikutip dari detikcom, usai pelantikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan pidato politik perdananya di hadapan para pendukungnya.

 

Saat itu, dia berbicara tentang kolonialisme di masa lalu. “Jakarta adalah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang merasakan hadirnya penjajah dalam kehidupan sehari-hari selama berabad-abad lamanya,” ujarnya, dalam acara Selamatan Jakarta, di Balai Kota DKI, Senin (16/10/2017).

 

Dia lantas berbicara tentang penindasan penjajah terhadap pribumi dulu. “Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucapnya.

 

Anies pun berkali-kali memberi perumpamaan dengan peribahasa untuk menguatkan pernyataannya, salah satunya dengan sebuah peribahasa Madura.

 

“Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. ‘etèk sè atellor ajâm sè ngèremmè’, itik yang bertelur ayam yang mengerami,” kata Anies.

 

“Kita yang bekerja keras untuk merebut kemerdekaan. Kita yang bekerja keras untuk mengusir kolonialisme. Kita semua harus merasakan manfaat kemerdekaan di ibu kota ini,” sambungnya.

 

Sekadar informasi, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan memimpin Jakarta pada periode 2017-2022.

 

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending