Eggi Sudjana Keluarkan Statement SARA, Petisi Tangkap Eggi Beredar
Connect with us

Headline

Eggi Sudjana Keluarkan Statement SARA, Petisi Tangkap Eggi Beredar

Published

on

Petisi

KlikJAKARTA – Pengacara kondang Eggi Sudjana kembali menghebohkan masyarakat Indonesia, lewat pernyataannya yang dinilai bermuatan SARA. Akibatnya, saat ini muncul petisi yang menuntut agar Eggi ditahan.

 

Petisi yang sudah ditandatangani 3.000-an orang ini akan dikirim ke Presiden Joko Widodo, Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono Sukmanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan dua pengambil keputusan lainnya.

 

Berikut isi petisi untuk Eggi Sudjana yang kini sudah tersebar di media sosial itu, sebagaimana dikutip dari change.org.

 

“Semenjak beberapa tahun belakangan, kita disibukkan oleh perihal SARA yang dipergunakan untuk menyerang pribadi-pribadi berkinerja baik. Bukan itu saja, jurang pemisah berdasarkan perbedaan agama kian diperlebar oleh banyak kelakuan-kelakuan oknum tak bertanggung jawab yang terus menerus memprovokasi massa.”

 

“Eggi Sudjana, seorang pengacara, yang juga sering berkumpul bersama sejenisnya seperti Rizieq Shihab dan presidium 212-nya, kembali melakukan tindakan memperkeruh keadaan pada saat melakukan keterangan pers terkait masalah penolakan PERPPU Ormas No.2/2017.”

 

“Sebagaimana kita ketahui, PERPPU Ormas No.2/2017 tersebut merupakan peraturan terbaru yang melarang keberadaan organisasi masyarakat yang tidak berazaskan Pancasila, ataupun bermaksud untuk mengganti Dasar Negara dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

 

“PERPPU ini telah menjadi dasar pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia yang memiliki visi misi mendirikan negara Islam berazaskan khilafah, dengan mengganti Pancasila.”

 

“Perlu diketahui, Hizbut Tahrir adalah kelompok masyarakat yang telah ditolak di berbagai negara mayoritas muslim, dengan alasan sama, “berupaya mendirikan negara khilafah dan mengganggu stabilitas negara”.”

 

“Eggi Sudjana dengan kepicikannya melakukan provokasi terselubung sekaligus penghinaan terhadap pemeluk agama lain di negara Indonesia yang melindungi keberadaan mereka.”

 

“Ia menyatakan, bahwa dengan keberadaan PERPPU No.2/2017, maka semua agama selain Islam harus dibubarkan dari muka bumi Indonesia, KARENA HANYA ISLAM YANG MENGAKUI KETUHANAN YANG MAHA ESA.”

 

“Pernyataan Eggi Sudjana ini mencoreng intelektualitas Islam, kedamaian yang seharusnya menjadi dasar keberadaan Islam, dan juga kedamaian masyarakat Indonesia yang hidup bertoleransi dalam pluralitas.”

 

“Eggi Sudjana harus mempertanggungjawabkan pernyataannya yang mungkin memicu perseteruan antar umat beragama, apalagi bila nantinya menyebabkan kesalahpahaman dalam masyarakat mayoritas muslim Indonesia terhadap masyarakat non muslim.”

 

“Hal ini dapat saja terjadi, mengingat banyaknya penyimpangan pemahaman yang dilakukan Eggi Sudjana dan kelompoknya untuk mengukuhkan ekslusivitas keyakinan yang mereka anut di atas keyakinan orang lain, termasuk orang-orang yang beragama Islam sendiri.”

 

“Oleh karenanya kami mengajukan petisi ini untuk menuntut penangkapan atas Eggi Sudjana dan kelompoknya karena:

 

1. Telah memprovokasi masyarakat.

 

2. Melakukan penyimpangan informasi dan pemahaman (misleading) yang dapat menciptakan kekeruhan dalam masyarakat.

 

3. Melakukan tindakan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan keamanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia etisi ditujukan untuk Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Kepala Bareskrim Polri Irjen Ari Dono agar mereka menangkap dan memproses hukum Eggi Sudjana.

 

Sebagaimana diketahui, Eggi Sudjana memberikan statement yang diduga bermuatan SARA saat menghadiri sidang uji materi tentang Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi beberapa hari lalu.

 

Saat itu, Eggi mengaitkan pancasila sebagai pedoman bangsa dengan keyakinan agama tertentu.

 

(Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending