Connect with us

Hukrim

Pertama di Indonesia, Rutan Manado Barometer Kamar Bebas Asap Rokok

Published

on

Suasana peresmian Kamar Bebas Asap Rokok. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Terobosan super jenius digelorakan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulut dalam memenuhi pelayanan publik yang prima dan ramah berbasis Hak Asasi Manusia (HAM).

Yang terbaru adalah inovasi brilian berupa Kamar Bebas Asap Rokok (KABAR) yang diberlakukan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah ini.

Progres awal dari ide murni Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Bambang Haryanto mulai digulirkan dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado menjadi Rutan dan Lapas pertama di Sulut yang diberlakukan.

Tentunya, WBP yang selama tidak merokok dan selalu melebur dengan perokok aktif akan menempati kamar ‘khusus’ yang menyehatkan tersebut saat menjalani keseharian masa hukumannya.

Senin (8/2/2021) di Rutan Kelas IIA Manado peresmian KABAR pertama dilaksanakan. Momentum krusial itu dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Lumaksono beserta para Kepala Divisi.

Kakanwil menyambut baik inovasi yang dibuat oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan ini, terlebih inovasi ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Apresiasi kepada Kadiv Pemasyarakatan, hal ini adalah inovasi pertama di Lapas maupun Rutan se-Indonesia, semoga bisa menjadi contoh yang baik sehingga pelayanan yang ramah dan berbasis HAM bisa diaplikasikan pada seluruh Lapas maupun Rutan,” ujar Kakanwil bangga.

Tiga kamar hunian yakni Kamboja A di Blok Pidana Umum dan Sakura I dan II di Blok Tipikor dan Anak menjadi lokasi yang dikhususkan bagi Kamar Bebas Asak Rokok tersebut dimana Kakanwil dan Para Kepala Divisi melakukan tinjauan ke blok-blok hunian pada Rutan Manado.

Suasana peresmian. (Sumber Foto: Istimewa)

Lumaksono memastikan seluruh keamanan maupun SOP penjagaan sudah diterapkan dengan baik, terlebih fasilitas bagi WBP sudah diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku agar kondisi pada Rutan Manado terus kondusif.

Usai peresmian secara simbolis dengan pengguntingan pita di kamar hunian Blok Kamboja dan Sakura, Kakanwil meninjau langsung beberapa blok kamar hunian di Rutan Manado dan berinteraksi langsung dengan beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terkait program KABAR. Ia juga memberikan arahan agar WBP tetap menjaga kebersihan diri maupun lingkungan blok hunian.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Sulawesi Utara Bambang Haryanto menuturkan, inovasi ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan HAM bagi WBP yang tidak merokok di lapas maupun rutan untuk mendapatkan haknya dalam menjalani masa hukumannya.

“Kami imbau seluruh jajaran Pemasyarakatan di Sulawesi Utara untuk segera melaksanakan program KABAR sesegera mungkin,” pintanya.

Kepala Rutan Manado Yusep Antonius meminta jajarannya serta WBP Rutan Manado agar menjaga program KABAR. “Kami harap agar memperhatikan kebersihan kamar yang sudah menjadi KABAR sesuai amanat dan instruksi langsung Bapak Kakanwil dan Kadivpas,” harap Yusep.

Senada disampaikan Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Wahyono. “Ini merupakan wujud pemenuhan HAM bagi WBP yang tidak merokok serta amanah Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. M.HH.02.UM.06.04 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelayanan Kesehatan di Lingkungan Kemenkumham dan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 40 Tahun 2013 tentang Peta Jalan Pengendalian Dampak Konsumsi Rokok Bagi Kesehatan,” ungkapnya.

(***)

Hukrim

116 Napi Lapas Manado Terima Remisi Idul Fitri

Published

on

KlikMANADO – Idul Fitri membawa berkah bagi 116 Narapidana yang mendiami Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado karena mereka mendapat Remisi Khusus Hari Raya.

Dari jumlah tersebut, 106 Warga Binaan menerima Remisi Khusus I dan 10 lainnya mendapat Remisi Khusus II.

Kepala Lapas Manado Amri Langkamane menjelaskan, total 116 Narapidana pantas bersyukur dengan pemberian Remisi Khusus yang selalu diberikan saat datangnya Hari Besar Keagamaan dan Remisi Umum di 17 Agustus setiap tahun.

Hanya saja, lelaki enerjik itu menjelaskan, jenjang pemberian remisi bagi Warga Binaan berbeda-beda. Rinciannya, RK 15 hari, 3 orang, RK 1 bulan 66 orang, RK 1 bulan 15 hari 37 orang dan RK 2 bulan, 10 orang.

“Mereka yang mendapatkan remisi apabila telah memenuhi persyaratan pengusulan maka dapat dipastikan Narapidana tersebut mendapatkan Remisi Khusus Keagamaan dengan kisaran pemberian remisi selama 15 hari hingga 2 bulan,” ujar Kalapas Amri, Kamis (13/5/2021).

Pemberian remisi ini diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang diharapkan ke depan dapat mendorong optimisme Narapidana untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum agar dapat kembali membaur dengan keluarga dan masyarakat ke depan.

Sebelum dilakukan pemberian remisi, bertempat di Masjid Nurul Iman Lapas Manado, dilaksanakan Sholat Ied yang diikuti Kalapas bersama petugas yang Muslim serta 145 Warga Binaan yang beragama Islam.

Kalapas yang didampingi Kasibinapi Meidy Ferdy dan Kasubsi Registrasi Hendra Lumatauw pada kesempatan itu, menyampaikan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 kepada semua Warga Binaan yang beragama Muslim dan terlebih kepada mereka yang menerima Remisi Khusus di hari kemenangan yang sakral buat pemeluk Islam di seluruh dunia itu.

(***)

Continue Reading

Hukrim

Remisi Khusus Idul Fitri di Rutan Manado, Satu Napi Langsung Bebas

Published

on

remisi khusus Idul Fitri
Pemberian remisi khusus. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Momen Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah disambut suka cita oleh 65 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Muslim yang sedang menjalani proses hukum di Rutan Kelas II Manado.

Pasalnya, mereka berhak menerima Remisi Khusus (RK) Idul Fitri dari Kementerian Hukum dan HAM RI dengan berbagai variasi pemotongan sesuai hasil kajian dari berbagai kriteria Narapidana yang bersangkutan.

Dari 65 Narapidana tersebut, 28 orang menerima potongan 15 hari, 1 bulan diterima 32 orang dan 1 bulan 15 hari bagi 5 Narapidana. Sementara 1 Narapidana menerima RK II sehingga langsung dinyatakan bebas tepat di hari Idul Fitri.

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, Pemberian Remisi Khusus Bagi Narapidana dan Anak dalam Hari Raya Idul Fitri dilakukan langsung Kepala Rutan Manado Yusep Antonius, yang dipusatkan di Aula Rutan Manado, Kamis (13/5/2021).

Selain menyerahkan SK secara simbolis, yang diterima lima perwakilan Warga Binaan, tidak lupa Karutan memberikan ‘kado istimewa’ berupa uang jalan buat Warga Binaan yang bebas.

Kegiatan tersebut didahului dengan pelaksanaan Sholat Ied bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Manado. Karutan bersama para pegawai yang beragama Islam serta seluruh Warga Binaan Muslim turut ambil bagian dalam hajatan religius itu dimana yang memimpin pelaksanaan Sholat Idul Fitri adalah Imam sekaligus Khutbah Mustaqim Ishak yang juga staf di Bagian Pelayanan Tahanan Rutan selaku pengurus Masjid dan Bagian Keimanan Masjid At-Taubah Rutan Manado.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Wahjono menjelaskan, saat ini di Rutan Manado dihuni 226 Narapidana dan 233 Tahanan. Dari total 469 Warga Binaan, 173 beragama Islam.

(***)

Continue Reading

Hukrim

Lapas Manado Geber Rehab Sosial Buat Napi Narkotika

Published

on

KlikMANADO – Sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) khusus kasus Narkotika ambil bagian dalam agenda anyar Lapas Kelas IIA Manado bertajuk Program Rehabilitasi Sosial Bagi Narapidana Narkotika Tahun 2021.

Hajatan yang digelar, Selasa (4/5/2021) memiliki tujuan mulia, mengembalikan kesadaran dan pemulihan diri Narapidana Narkotika agar tidak tergantung lagi dengan narkoba dan obat terlarang lainnya.

Tujuan krusial lainnya, dapat percaya diri saat kembali ke masyarakat serta mengalami peningkatan kualitas kesehatan narapidana narkotika agar dapat kembali hidup sehat tanpa menggunakan narkotika dan obat obat terlarang.

Bertempat di Aula Lapas Manado, hajatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara Lumaksono yang didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Bambang Haryanto, dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado Amri Langkamane.

Turut hadir utusan BNN Provinsi Sulawesi Utara dr Reine Wowiling, Kepala Kepolisian Sektor Tuminting AKP Andi Sukristyanto dan para rohaniawan.

Sebanyak 20 orang Narapidana Narkotika Lapas Kelas IIA Manado yang terlibat, telah lebih dulu menjalani assessment oleh tim medis dan BNN Provinsi Sulawesi Utara dimana event tersebut akan berlangsung selama 6 bulan mulai 4 Mei hingga 4 November 2021 dengan mengundang narasumber dari BNN Provinsi Sulawesi Utara, Tim Medis, Konsuler dan Instruktur serta Rohaniawan dari Lapas Manado.

Kakanwil Lumaksono dalam sambutannya mengatakan, Program Rehabilitasi Sosial bagi Narapidana Narkotika pada Lapas Kelas IIA Manado merupakan serangkaian upaya yang terkoordinasi dan terpadu, terdiri atas upaya-upaya medis, bimbingan mental, psikososial, keagamaan dan pendikikan untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri, kemandirian dan menolong diri sendiri serta mencapai kemampuan fungsional sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Harapan saya Narapidana yang mengikuti program ini kiranya mampu mengembalikan harga diri, percaya diri, kesadaran serta tanggung jawab terhadap masa depan diri, keluarga maupun sesama WBP dan untuk membawa anda kembali kejalan yang benar, serta mempersiapkan diri untuk kembali kemasyarakat sekaligus berperan dalam membangun bangsa,” ungkapnya.

Ketua Panitia Program Rehabilitasi, Maidy Ferdy, saat membawakan laporan, menjelaskan kegiatan ini merupakan program dari Lapas Manado yang akan berjalan terpadu hingga rampung.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending