Peringatan Dini Tsunami Dicabut, Ini Data Dampak Gempa Jawa Barat
Connect with us

Headline

Peringatan Dini Tsunami Dicabut, Ini Data Dampak Gempa Jawa Barat

Published

on

6 SR

KlikMANADO – Gempa bumi berkekuatan 6,9 SR yang mengguncang Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Tengah ternyata mampu merusak banyak rumah dan bangunan di beberapa daerah.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pun menyampaikan data sementara dampak gempa yang telah dilaporkan BPBD ke Pusdalops BNPB.

 

Di Kabupaten Pangandaran, terdapat 3 rumah rusak berat dan 3 rumah rusak ringan, dan beberapa kerusakan rumah di Kecamatan Cimerak, Kecamatan Pangandaran, dan Kecamatan Sidamulih.

 

Di Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, beberapa rumah ambruk dan rusak. Satu orang meninggal dunia atas nama Hj Dede Lutfi (62) dan 2 luka-luka tertimpa bangunan roboh.

 

Di Banyumas, 6 rumah rusak berat dan kerusakan di RSUD Banyumas, tembok retak dan pasien dievakuasi ke luar bangunan.

 

“Di Kebumen terdapat 2 orang luka-luka tertimpa rumah roboh. Di Kecamatan Ajibarang Banyumas terdapat satu rumah roboh. Di Kota Pekalongan terdapat 1 orang luka-luka terimpa bangunan roboh,” kata Sutopo, Sabtu (16/12/2017) dini hari.

 

Sementara itu, peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 6,9 SR telah dinyatakan berakhir oleh BMKG pada Sabtu (16/12/2017) pukul 2.30 WIB.

 

Berdasarkan laporan dari petugas BPBD dan relawan, tidak ada tsunami di sepanjang Pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Tidak terlihat adanya tanda-tanda air laut surut.

 

Kondisi muka air laut di pesisir Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Bantul, Kulon Progo, Cianjur, Garut, Sukabumi, Cilacap dan Kebumen semuanya normal. Tidak ada yang surut. Semua normal dan aman.

 

“Masyarakat diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan tenang. Kondisi aman. Sudah tidak ada potensi tsunami. Sebelum masuk ke dalam rumah, cek lebih dahulu kondisi rumahnya, apakah ada kerusakan atau tidak,” imbaunya.

 

“Jika kondisi rumah rusak, terlebih lagi kerusakan di struktur bangunan maka disarankan untuk tidak masuk ke dalam rumah dulu. Lebih baik ke rumah kerabat atau mencari tempat yang lebih aman untuk sementara waktu,” imbuhnya.

 

Dia menjelaskan, setiap terjadi gempa yang cukup besar maka akan diikuti gempa susulan lebih kecil beberapa kali. “Tidak perlu panik. Jangan percaya pada isu-isu atau informasi yang menyesatkan,” tambahnya.

 

“Dalam kondisi darurat seperti ini banyak informasi menyesatkan dan palsu. Informasi tentang permukaan air laut surut di Pacitan ternyata hoax atau berita bohong. Cek selalu informasi terkini dari BMKG, BNPB dan BPBD,” sambungnya.

 

Dia menambahkan, penanganan dampak gempa masih terus dilakukan. “Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan lainnya masih melakukan penanganan dan pendataan dampak gempa. Update dampak gempa dan penanganan akan disampaikan segera,” tandasnya.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending