Pengungsi Gunung Agung Sudah Capai 57.428. Ada Apa??
Connect with us

Humaniora

Pergerakan Magma Meningkat, Pengungsi Gunung Agung Capai 57.428 Jiwa

Published

on

Magma

KlikBALI – Aktivitas vulkanik Gunung Agung terus meningkat. Pergerakan magma ke permukaan juga makin meningkat dan jadi indikasi magma terus bergerak ke permukaan.

 

Indikasi ini terlihat dari meningkatnya frekuensi gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik lokal yang diakibatkan aktivitas gunung ini.

 

Sebagaimana rilis Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG, jumlah gempa vulkanik dalam 564 kali, gempa vulkanik dangkal 547 kali dan gempa tektonik lokal 89 kali pada Senin (25/9/2017). Jumlah kejadian gempa ini lebih besar daripada sebelumnya.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Gunung Agung saat ini memasuki fase kritis. “Meski sudah dinyatakan berstatus Awas (level IV) sejak (22/9/2017), bukan jaminan akan pasti meletus,” ujarnya dalam rilis yang diterima KlikNews, Selasa (26/9/2017) pagi.

 

“Tergantung pada kekuatan dorongan magma. Jika kekuatan dorongan besar dan mampu menjebol sumbat lava maka akan terjadi letusan. Peluang terjadi letusan cukup besar. Namun tidak dapat dipastikan kapan meletus. Sampai saat ini Gunung Agung belum meletus,” terangnya.

 

Dia mengungkapkan, radius berbahaya tetap yaitu di radius 9 km dan tambahan 12 km di sektor utara-timur laut dan 12 km di sektor tenggara-selatan-baratdaya. Zona tersebut harus dikosongkan.

 

Kata Sutopo, sebagian besar masyarakat di zona tersebut telah mengungsi. Jumlah pengungsi hingga Selasa (26/9/2017) pagi sebanyak 57.428 jiwa di 357 titik yang tersebar di 9 kabupaten dan kota di Bali.

 

Sutopo mengaku, penanganan pengungsi terus dilakukan. “Gubernur Bali telah menetapkan penanganan darurat dan pengungsi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali. Bupati dan wali kota bertanggung jawab melakukan penanganan bencana di daerahnya,” jelasnya.

 

“BNPB mengkoordinasikan potensi nasional dari TNI, Polri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Basarnas, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan  dan lainnya untuk mendampingi pemerintah daerah,” sambungnya.

 

Berikut sebaran jumlah pengungsi sesuai data BNPB:
1. Kabupaten Badung 3 titik (328 jiwa).
2. Kabupaten Bangli 28 titik (4.690 jiwa).
3. Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa).
4. Kota Denpasar 26 titik (2.212 jiwa).
5. Kabupaten Gianyar 9 titik (137 jiwa).
6. Jembrana 4 titik (82 jiwa).
7. Kabupaten Karangasem 84 titik (21.280 jiwa).
8. Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa).
9. Kabupaten Tabanan  17 titik (715 jiwa).

 

(Ayi)

Advertisement

Trending