Peran Keluarga dalam Pemenuhan Kebutuhan Perawatan Diri dan Kebahagiaan Lansia di Usia Lanjut
Connect with us

Catatan Publik

Peran Keluarga dalam Pemenuhan Kebutuhan Perawatan Diri dan Kebahagiaan Lansia di Usia Lanjut

Published

on

LANJUT usia (Lansia) adalah suatu periode dimana seseorang telah mencapai kematangan dalam kehidupan, baik fisik maupun psikologis telah menunjukkan perubahan sesuai berjalannya waktu dengan usia 60 tahun ke atas.

Terjadinya suatu proses menua pastinya akan disertai dengan berbagai perubahan baik fisik maupun psikososial, perubahan fisik yang terjadi antara lain dari perubahan penampilan yang terjadi mulai dari penampilan kulit, tangan dan wajah, bahkan berubahnya kecepatan, kekuatan dan daya ingat yang menurun.

Bahkan dalam hal psikososial, perubahannya antara lain keadaan pensiun dan kehilangan pekerjaan, kehilangan pendapatan dan perubahan cara hidup baik berpakaian, mandi, makan, mengendalikan buang air besar maupun kecil, serta sulit melakukan gerakan sehari-hari.

Perubahan yang terjadi pada lansia tentunya harus mendapatkan perhatian yang serius dari keluarga, khususnya dari anak dan keluarga terdekatnya. Pemenuhan perawatan diri lansia yang harus dipenuhi seperti kebersihan mulut dan gigi, kebersihan badan kulit, kebersihan rambut dan kepala dan kebersihan kuku dan sebagainya.

Pada lansia, kebutuhan seperti ini hendaknya terpenuhi karena manfaat perawatan diri pada lansia pastinya akan memberikan rasa nyaman pada mereka dan bahkan meningkatkan kepercayaan diri, dan meningkatkan kebersihan bahkan kesehatan. Dan pastinya sangat mempengaruhi perasaan bahagia dari lansia.

Memenuhi kebutuhan kebersihan pada lansia terutama perawatan diri sehari-hari merupakan hal penting yang harus diperhatikan, karena kebersihan sangat mempengaruhi kesehatan psikis seseorang. Dengan keterbatasan yang dimiliki lansia, maka sangat dibutuhkan peran keluarga.

Tentunya manusia memiliki harapan dapat menjalani masa tua dengan bahagia namun kenyataannya masih ada sebagian lansia yang menjalani masa tuanya dengan ketidakbahagiaan.

Ketidakbahagiaan bisa disebabkan karena kondisi lingkungan di sekitar lansia, seperti kurangnya perawatan diri terhadap lansia dan kurangnya perhatian dan kepedulian dari orang-orang sekitar lansia terutama keluarga, mengingat masa lanjut usia merupakan usia emas, karena tidak semua orang dapat mencapai usia tersebut, sehingga orang yang berada pada masa tua memerlukan perawatan dari keluarga agar lansia dapat menikmati kehidupan di masa tua menjadi lansia yang bahagia.

Keluarga memiliki kewajiban dalam memberikan perhatian pada lansia dan mengupayakan agar lansia tidak tergantung pada orang lain dan mampu membantu diri sendiri agar kualitas hidup lansia meningkat, kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari harus diupayakan, walaupun ada beberapa aktivitas tertentu perlu dibantu.

Keluarga merupakan support sistem yang paling utama bagi lansia dalam memperhatikan kesehatannya. Perawatan yang dilakukan keluarga sendiri dalam hal ini anak dan keluarga terdekatnya akan memberikan rasa aman dan nyaman karena merupakan orang-orang terdekat yang hidup cukup lama di sekitar lansia sehingga kebutuhan perawatan diri lansia bisa terpenuhi dengan baik.

Seorang lansia sangat membutuhkan perhatian dan dukungan keluarga untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam proses penuaan yang terjadi pada usia lanjut, agar lansia tidak merasa sendirian bahkan tertekan dengan perubahan kehidupan, dan yang terpenting di saat lanjut usia adalah lansia merasakan kebahagiaan karena perawatan yang tulus dari keluarga, bahkan dukungan dan cinta yang ditunjukkan, karena sangat penting adanya kebahagiaan di masa tua sehingga keluarga mengambil peran yang besar untuk lansia merasa bahagia, dukungan keluarga serta selalu menyisihkan waktu untuk merawat dan memperhatikan lansia merupakan suatu kebahagiaan lansia yang bahkan tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.
(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 6 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending