Per Tahun, 17,3 Juta Penduduk Dunia Meninggal Dunia Akibat Penyakit Jantung
Connect with us

Headline

Per Tahun, 17,3 Juta Penduduk Dunia Meninggal Dunia Akibat Penyakit Jantung

Published

on

Penyakit Jantung

KlikJAKARTA – Penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Hal itu didasarkan pada hasil riset yang dilakukan World Heart Federation.

 

Sebanyak 17,3 juta orang meninggal dunia karena penyakit jantung setiap tahunnya. Dari angka ini, sekitar 3,6 juta kematian terjadi di Asia Tenggara. Di Indonesia, penyakit jantung menyumbang 37% angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular.

 

“Penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, masyarakat dapat mencegah serta mengurangi risiko penyakit tersebut,” kata Syahlina Zuhal, Ketua Yayasan Jantung Indonesia dalam rilis yang diterima dari Omron Healthcare Indonesia, Rabu (11/10/2017).

 

Makanya, lanjut dia, program yang bersifat edukasi pada momentum Hari Jantung Sedunia 2017, diharapkan dapat membuat lebih banyak lagi masyarakat Indonesia menyadari bahaya penyakit yang satu ini.

 

“Yang lebih penting adalah apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit tersebut dengan menjaga agar jantung tetap sehat,” tuturnya.

 

Dia menjelaskan, banyak riset yang telah dilakukan bertahun-tahun dan menghasilkan kesimpulan bahwa setidaknya 80% kematian dini yang diakibatkan oleh penyakit jantung dapat dicegah hanya jika masyarakat dapat mengontrol empat faktor risiko utama.

 

Faktor-faktor resiko utama tersebut, lanjut dia, meliputi kebiasaan merokok, mengkonsumsi makanan tidak sehat (junk food), kurang berolah raga, dan minum minuman keras.

 

“Sangatlah penting bagi masyarakat berbagai usia untuk memeriksa tekanan darah dan level gula darah secara teratur karena mereka dapat mendeteksi apakah tekanan darah mereka berada di level normal,” terangnya.

 

“Pemeriksaan tekanan darah secara teratur juga memberikan data tekanan darah yang komprehensif dan dapat memberikan peringatan dini akan gejala penyakit kardiovaskuler sehingga hal ini dapat dicegah,” tambahnya.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending