Data Pengungsi Gunung Agung Beda, Ini Kata Sutopo Purwo Nugroho
Connect with us

Humaniora

Data Pengungsi Gunung Agung Beda Menyebar, Ini Kata Sutopo Purwo Nugroho

Published

on

Pengungsi Gunung Agung

KlikJAKARTA – Aktivitas Gunung Agung masih berstatus awas. Hal itu membuat warga yang mengungsi terus bertambah. Sayangnya, di lapangan, sejumlah wartawan seringkali menemukan perbedaan data jumlah pengungsi yang diberikan BNPB dan instansi lainnya.

 

Bagaimana tanggapan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho? Kepada wartawan, dia mengakui adanya perbedaan data tersebut.

 

Bahkan menurut dia, data jumlah pengungsi yang berbeda-beda itu sudah beredar luas di sosial media. “Kami punya data jumlah pengungsi berbagai versi,” ujarnya, Minggu (24/9/2017).

 

“Tapi sesuai Undang-Undang Penanggulangan Bencana, institusi yang berwenang menyatakan bencana dan dampaknya adalah BNPB dan BPBD. Sehingga kami harus cek dan recek dengan baik. Masih dilakukan pendataan,” tambahnya.

 

Selain itu, dia menambahkan, dalam rapat di Posko, Sabtu (23/9/2017) kemarin, Bupati Karangasem dan BNPB serta lainnya menyepakati data hanya satu pintu, yaitu dari Pusdalops BPBD Bali.

 

Makanya, dia berharap, seluruh komponen yang berkepentingan agar bisa mengikuti mekanisme dan aturan main yang ada. “Mekanisme dan aturan main ini dijadikan rujukan,” tegasnya.

 

“Kita bukan mau cepat-cepatan, tapi data harus akurat dan hanya instansi berwenang yang bisa mengeluarkannya,” timpalnya.

 

Data yang dirilis BNPB, pada Sabtu (23/9/2017) kemarin pukul 06.00-12.00 Wita, telah terjadi gempa vulkanik dalam sebanyak 71 kali, 25 gempa vulkanik dangkal, dan 8 gempa tektonik lokal.

 

Pengungsi tersebar di sembilan kabupaten dan 22 kecamatan. Total ada 17.551 pengungsi yang saat ini tersebar di 139 titik.

 

Sementara itu, PVMBG telah memberikan rekomendasi kepada warga agar tidak beraktivitas di zona yang diperkirakan bahaya, yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan seluruh wilayah dalam radius 9 km dari kawah Gunung Agung.

 

“Ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timurlaut dan tenggara-selatan-baratdaya sejauh 12 km,” kata Sutopo.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending