Pengetahuan Perkuat Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi Saat Pandemi Covid-19
Connect with us

Catatan Publik

Pengetahuan Perkuat Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi Saat Pandemi Covid-19

Published

on

Perdagangan Berjangka
Penulis: Sahril Kadir

Thomas dan Maik (nama disamarkan). Keduanya adalah figur yang cukup terkenal dengan bisnisnya di Sulawesi Utara. Tapi siapa sangka, pandemi Covid-19 ternyata membuat pendapatan mereka jauh menurun.

Tak ingin terpuruk karena pandemi, dua figur ini pun memilih menginvestasikan dananya dalam perdagangan berjangka komoditi, sejak akhir tahun 2020 lalu. Namun pilihan tersebut diambil atas dasar pemahaman berbeda.

Maik berinvestasi di salah satu anggota perusahaan pialang berjangka komoditi resmi setelah mendengar dan menganalisa peluang dan risiko yang ada, sementara Thomas tanpa sadar menginvestasikan dananya di pialang ilegal karena tergiur tawaran kalkulasi bulus keuntungan semata.

Pada akhirnya, Maik hingga kini menekuni bisnis perdagangan berjangka komoditi ini karena bisa memanfaatkan setiap peluang secara maksimal, meski dia juga mengakui pernah merasakan rugi. Sedangkan Thomas harus menerima kenyataan merugi besar karena telanjur menginvestasikan banyak dana tanpa memperhatikan risikonya.

Pilihan Maik dan Thomas untuk masuk dalam bisnis perdagangan berjangka komoditi sebenarnya sudah baik, karena menjadi bisnis alternatif terbaik pada masa pandemi yang mengharuskan bekerja dari rumah.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang, dalam Buletin Bappebti edisi 215 Maret 2020. Stephanus mengungkapkan bahwa masa pandemi yang menyebabkan terjadinya pergolakan harga menjadi Golden Moment untuk memilih investasi dalam perdagangan berjangka.

Apalagi, bisnis ini telah ditopang dengan teknologi informasi (IT) sehingga transaksi perdagangan berjangka bisa dilakukan secara jarak jauh atau online. Dengan kata lain, kebijakan Work From Home (WFH) yang diterbitkan Pemerintah tak akan menghalangi aktivitas dalam bisnis ini.

Meski demikian, peluang besar ini harus dimanfaatkan tanpa menafikan risikonya, yang bersifat high risk high return. Bahwa oleh karena income-nya yang sangat besar dan jauh melebihi perdagangan biasanya, maka potensi kerugian pun sangat tinggi.

Artinya, seorang calon investor harus bisa secara cermat menganalisa berbagai hal, khususnya yang berkaitan dengan perdagangan berjangka komoditi, sebelum terjun ke bisnis ini.

Beberapa hal yang perlu dicermati dan dianalisis itu di antaranya adalah jenis transaksi dan pialang yang dipilih. Pengenalan terhadap dua hal ini sangat penting bagi seseorang sebelum bertransaksi, sebagaimana tips bagi nasabah yang disampaikan Stephanus Paulus Lumintang, dan telah dilansir Kontan.co.id, pada Kamis 11 Februari 2016 lalu.

Legalitas pialang yang akan dipilih untuk bertransaksi harus dicek secara rinci, khususnya bagi nasabah atau calon nasabah yang bertransaksi di kantor cabang. Jangan sampai tempat bertransaksi bukan merupakan kantor cabang dari pialang tersebut. Nasabah atau calon nasabah juga harus memastikan bahwa yang menandatangani perjanjian kontrak adalah wakil pialang resmi yang telah memperoleh izin dari Bappebti. Jika tidak, maka nasabah atau calon nasabah berpeluang besar terkecoh dan akhirnya merugi.

Berbisnis melalui pialang legal akan sangat baik, khususnya untuk para nasabah atau investor pemula. Sebab, perusahaan resmi yang diwakili wakil pialang resmi sudah pasti akan memberikan edukasi dan membangun relationship kepada para nasabah secara maksimal. Sehingga nantinya nasabah bisa belajar memahami dan menganalisa alur transaksi perdagangan yang berlaku dan mampu memprediksi peluang dan risikonya.

Pengenalan terhadap jenis transaksi perdagangan berjangka komoditi juga sangat penting. Sebab terdapat beragam komoditi yang bisa ditransaksikan, di antaranya emas, komoditi pertanian, dan komoditi lainnya. Keliru dalam memilih jenis komoditi untuk dibeli bisa berakibat fatal.

Khusus untuk wilayah Manado dan daerah lainnya di Indonesia, emas masih menjadi komoditi unggulan dalam perdagangan berjangka, sebagaimana diungkapkan Branch Manager Equity World Futures (EWF) Manado, Joko Santoso, saat menyampaikan materi dalam kegiatan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi untuk kalangan pers, di Kantor EWF Manado, 18 Februari 2021 lalu.

Dengan demikian, agar pandemi Covid-19 benar-benar bisa menjadi Golden Moment untuk berinvestasi di pasar perdagangan berjangka, seorang calon atau nasabah harus mampu membaca peluang dan risikonya dengan menggunakan bantuan dari perusahaan pialang legal, khususnya dalam memilih komoditas yang akan ditransaksikan.

Kata lainnya adalah bahwa agar bisa memanfaatkan peluang dari bisnis perdagangan berjangka, seorang calon atau nasabah tidak hanya membutuhkan modal uang banyak dan kenekatan saja, melainkan harus dibarengi dengan pengetahuan dan analisa yang baik.

(***)

Advertisement

Trending