Pengaruh Keluarga Dalam Kehidupan Lansia
Connect with us

Catatan Publik

Pengaruh Keluarga Dalam Kehidupan Lansia

Published

on

KEHIDUPAN manusia adalah suatu anugerah dengan bertambahnya usia. Menariknya pertumbuhan dan perkembangan manusia dilalui siklus kehidupan.

Siklus ini dimulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa tua, hingga lanjut usia. Sejak masih dalam kandungan, seorang janin dirawat oleh keluarga khususnya orang tua. Hingga dewasa, orang tua masih tetap berperan untuk memenuhi kewajiban, kasih, dan tanggung jawab dalam membesarkan anak.

Ketika seseorang menjadi tergolong lanjut usia, maka ia akan mengalami degenerasi baik secara fisik maupun mental. Lansia akan mengalami dari berbagai fungsi dan kemampuan yang dimiliki. Perubahan tersebut terjadi karena mengalami proses penuaan.

Perubahan ini ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan hidup dan kemampuan untuk hidup. Hal ini menyebabkan terjadinya ketergantungan lansia terhadap orang lain termasuk keluarga. Keluarga memiliki peran penting bagi lansia dalam perawatan dan peningkatan kualitas hidup lansia.

Menurut dr. Nedya Safitri, Sp.PD (2018) masalah-masalah kesehatan yang dialami lansia yang disebut juga sindrom geriatri antara lain Immobility (kurang bergerak), Instability (mudah jatuh), Incontinence (beser BAB/BAK), Intellectual impairment (gangguan intelektual/demensia), Infection (infeksi), Impairement of hearing, vision and smell (gangguan pendengaran, penglihatan dan penciuman), Isolation (Depression), Inanition (malnutrisi), Impecunity (kemiskinan), Iatrogenic (menderita penyakit pengaruh obat-obatan), Insomnia(sulit tidur), Immuno defficiency (penurunan sistem kekebalan tubuh), Impotence (Gangguan seksual), dan Impaction (sulit buang air besar).

Keluarga dapat memberikan perhatian bagi lansia dan mengupayakan lansia untuk tidak terlalu tergantung pada orang lain dan dapat membantu diri sendiri.

Lansia adalah orang yang harus dihormati dan dihargai. Perasaan diterima orang lain apalagi keluarga dapat mempengaruhi tanggapan baik dalam diri lansia untuk hidup di masa tua dan meningkatkan kesehatannya.

Keluarga dapat menjadi penyemangat bagi lansia untuk menjalani hidupnya dengan baik. Keluarga diharuskan dapat memberikan informasi kesehatan, sehingga lansia bisa mengetahui mana hal yang harus atau tidak dilakukan, keluarga juga harus bisa membimbing, membantu serta memenuhi semua kebutuhannya. Perawatan yang diberikan pada lansia dilakukan tanpa mengganggu atau mengurangi kemandirian dari lansia. Perawatan yang dilakukan keluarga dapat memberika rasa aman dan nyaman sehingga kebutuhan fisik, psikologis, sosial, spiritual dan ekonomi lansia.

Setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidup, begitupun juga bagi orang lanjut usia (lansia). Pengaruh perawatan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat dapat memberikan makna berarti yang hangat dalam kehidupan. Rawatlah orang yang kita sayangi dengan ketulusan, kesabaran, dan tanggung jawab.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 6 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending