Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Stroke
Connect with us

Catatan Publik

Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Stroke

Published

on

APA itu stroke? Bahayakah stroke bagi diri kita? Yuk kita simak penjelasan berikut ini!

Stroke sering disebut sebagai “Brain Attack” atau serangan otak, yang terjadi karena suplai oksigen dan nutrisi ke otak terganggu diakibatkan pembuluh darah tersumbat atau pecah.

Laporan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2018 mencatat, prevalensi stroke berdasarkan diagnosis penduduk berusia lebih dari 15 tahun adalah 10,85 persen. Sedangkan dari data WHO, organisasi kesehatan dunia, tahun 2016 menunjukkan, stroke merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian terbanyak ke dua di dunia setelah penyakit jantung, dan menjadi peringkat ke tiga penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.

Gejala stroke yaitu rasa lemas secara tiba-tiba pada wajah, lengan, atau kaki, seringkali terjadi pada salah satu sisi tubuh, mati rasa, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, kesulitan melihat dengan satu mata atau kedua mata, kesulitan berjalan, pusing, hilang keseimbangan, sakit kepala parah tanpa penyebab jelas, dan hilang kesadaran atau pingsan.

Adapun gaya hidup yang salah dapat menyebabkan terjadinya stroke. Contohnya dalam pola makan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi lemak akan mempengaruhi kolesterol dalam tubuh sehingga kadar kolesterol yang tinggi memungkinkan tertimbunnya kolesterol pada dinding pembuluh darah. Sehingga menyebabkan pembuluh darah semakin sempit dan mengganggu suplai darah ke otak.

Kebiasaan konsumsi air putih yang kurang juga akan mengakibatkan terjadinya gangguan perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan, sehingga rentan terjadinya stroke dalam diri seseorang.

Kemudian, kebiasaan merokok juga merupakan salah satu pemicu penyebab terjadinya stroke. Kebiasaan merokok dapat membawa zat-zat beracun yang dibawa oleh asap rokok ke dalam paru-paru, sehingga penyempitan pembuluh darah terjadi dan kemungkinan terjadi stroke-nya lebih besar.

Cara pencegahannya dapat berupa menjaga pola makan. Jenis makanan yang rendah lemak dan tinggi serat sangat disarankan untuk kesehatan. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Berolah raga secara teratur juga dapat membuat jantung dan system peredaran darah bekerja lebih efisien, dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan serta tekanan darah pada tingkat yang sehat. Hindari merokok dan minuman beralkohol, karena rentan terhadap berbagai penyakit pemicu stroke.

Maka dari itu, Marilah kita jaga pola hidup yang sehat agar terhindar dari segala penyakit, terutama penyakit stroke.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending