Aksi Penembakan Terjadi lagi di Amerika
Connect with us

Headline

Aksi Penembakan Terjadi lagi di Amerika

Published

on

Penembakan

KlikINTERNASIONAL – Seorang pria dengan masa lalu yang penuh pemecatan dilaporkan menembak lima rekan kerjanya, di Wilmington, Amerika Serikat, pada Rabu (18/10/2017) waktu setempat. Tiga di antaranya terbunuh dan dua lainnya luka parah.

 

Tidak berhenti sampai di situ, pria yang diketahui bernama Radee Labeeb Prince itu menembaki seorang pria yang pernah bermasalah dengannya, di tempat parkir bekas sekitar 55 mil di Wilmington, Delaware, kurang dari dua jam kemudian.

 

Aksi penembakan itu memicu aparat kepolisian melakukan pemburuan di sepanjang koridor Interstate 95 Northeast. FBI pun ikut membantu perburuan tersebut.

 

“Ini adalah orang yang tidak punya hati nurani. Dia benar-benar putus asa sekarang,” kata Kepala Polisi Wilmington Robert Tracy.

 

Pihak berwenang mengaku belum mengetahui secara jelas alasan Prince menembak rekan-rekannya.

 

Namun diketahui, Prince ternyata sudah 42 kali ditangkap di Delaware. Catatan pengadilan menunjukkan bahwa awal tahun 2017 ini dia telah dipecat dari sebuah pekerjaan di Maryland. Pemecatan dilakukan setelah Prince menuduh seorang rekan kerja dan mengancam karyawan lainnya.

 

Dia juga menghadapi tuduhan atas kejahatan kepemilikan pistol, sering terlambat membayar uang sewa, berulang kali ditilang karena pelanggaran lalu lintas, dan diperintahkan untuk menjalani rehabilitasi narkoba dalam beberapa tahun terakhir.

 

Sheriff Jeffrey Gahler mengatakan, aksi Prince dimulai pukul 09.00 pagi di Emmorton Business Park di Edgewood, Harford County, Maryland. Deputi pun tiba di lokasi kejadian lalam waktu empat menit, namun Prince sudah melarikan diri.

 

Kevin Doyle dari Thornhill Properties mengatakan, dia mendengar teriakan dan melihat tiga orang berlari dari arah taman kantor, saat dia berada di truk.

 

Saat itu, dia mengaku, orang-orang mengatakan kepadanya bahwa ada yang menembak. Dia pun bertanya kepada mereka, apakah sudah menelepon 911. “Mereka mengatakan tidak, meskipun mereka memiliki telepon di tangan mereka,” katanya, dikutip dari ABC News.

 

“Saya pikir mereka sangat ketakutan, mereka tidak (menelepon 911). Mereka memiliki pandangan teror,” katanya.

 

Untuk diketahui, korban dan tersangka bekerja untuk Advanced Granite Solutions, yang merancang dan menginstal countertops, pemilik perusahaan mengatakan kepada The Associated Press.

 

Prince telah menjadi karyawan selama empat bulan di perusahaan itu sebagai operator mesin. Pemilik Barak Caba mengaku terguncang dan tidak akan memberikan keterangan tambahan.

 

Gubernur Maryland Larry Hogan mengatakan, saat ini pihak berwenang sedang mencari Prince, yang mungkin mengendarai GMC Acadia hitam 2008 dengan label lisensi Delaware PC64273.

 

Prince juga melakukan penembakan kedua di toko Auto Sales and Service 28th Street di Wilmington, Delaware. Namun, Kepala polisi tidak akan menguraikan sejarah korban dan Prince.

 

Dia hanya mengatakan bahwa pelaku tahu orang-orang yang ingin dia tembak. Korban ditembak di sekitar kepalanya dan sekali di tubuh. Beruntung, korban masih bisa bertahan.

 

Pangeran dipecat dari JPS Marmer dan Granit awal tahun ini dan membuat takut majikan, sehingga ia mencoba untuk mendapatkan perintah penahanan pada bulan Februari.

 

Pada satu titik, mantan bos Prince, Philip Siason mengaku, telah didatangi dan menerornya. “Dia datang menemui saya, mengutuk dan meneriaki saya tentang tunjangan pengangguran. Saya merasa sangat terancam karena dia orang besar dan sangat agresif terhadap saya,” ujar Siason.

 

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending