Tewaskan 59 Orang, Penembakan di Las Vegas Jadi Sejarah Kelam AS
Connect with us

Headline

Tewaskan 59 Orang, Penembakan di Las Vegas Jadi Sejarah Kelam AS

Published

on

Las Vegas

KlikINTERNASIONAL – Korban tewas akibat penembakan di Las Vegas terus bertambah. Informasi terbaru, penembakan pada Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat itu, setidaknya telah menewaskan 59 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya cedera.

 

Dikutip dari BBC Mundo, dalam sejarah AS, penembakan itu menjadi yang paling mematikan jika dibandingkan dengan aksi serupa dalam beberapa tahun terakhir.

 

Investigasi awal menunjukkan bahwa penembak merupakan seorang pria yang diidentifikasi bernama Stephen Paddock (64). Setelah melepaskan tembakan ke arah massa, menurut polisi, Paddock melakukan bunuh diri.

 

Menariknya, beberapa jam setelah kejadian itu, sebuah organisasi Islam tiba-tiba mengklaim serangan tersebut tanpa memberikan bukti jelas.

 

“Penyerang Las Vegas beralih ke Islam beberapa bulan yang lalu,” kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

[irp posts=”2049″ name=”20 Orang Tewas, 100 Terluka Ditembak Pria Tak Dikenal di Las Vegas”]

Namun, Biro Investigasi Federal (FBI) menegaskan, Paddock dan organisasi ekstremis tidak ada hubungan sama sekali.

 

“Sejauh ini kami telah memutuskan bahwa tidak ada kaitannya dengan organisasi teroris internasional,” kata agen Aaron Rouseel kepada wartawan.

 

Sheriff Joe Lombardo mengatakan, polisi mempercayai bahwa penembakan tersebut adalah serangan jenis “satu-satunya serigala”. Namun motif penembakan itu belum diketahui secara jelas.

 

Seorang perempuan yang diduga bepergian dengan tersangka sebelum penembakan itu, Marilou Danley, sudah berada di luar Amerika Serikat. Saat ini, Marilou diyakini tidak memiliki peran dalam serangan tersebut.

 

Lombardo juga menambahkan, Paddock hanya menggunakan dokumen identitas Danley untuk menyewa ruangan di Mandalay Bay Hotel.

 

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah pesan dari Gedung Putih, AS saat ini sedang merasakan kesedihan, syok dan rasa sakit atas serangan di Las Vegas.

 

“Itu adalah tindakan kejahatan belaka. FBI dan Department of Homeland Security bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk membantu mereka dalam penyelidikan,” kata Trump.

 

Trump juga mengumumkan, bendera AS akan dipasang setengah tiang untuk mengenang korban. Dia pun mengumumkan akan mengunjungi Las Vegas, Rabu (4/10/2017) besok.

 

“Kesatuan kita tidak dapat dihancurkan oleh kejahatan, dan hubungan kita tidak dapat dipatahkan oleh kekerasan,” kata Trump.

 

“Meskipun kita sangat marah atas pembunuhan tanpa alasan sesama warga kita, cinta kita adalah apa yang mendefinisikan kita hari ini dan selamanya,” sambungnya.

 

Adapun Gubernur Nevada Brian Sandoval menyebut pemboman tersebut sebagai “tindakan pengecut dan tercela.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending