Penembakan Las Vegas, Begini Kesaksian Pacar Pelaku
Connect with us

Headline

Penembakan Las Vegas, Begini Kesaksian Pacar Pelaku

Published

on

Las Vegas

KlikINTERNASIONAL – Marilou Danley, pacar Paddock, pelaku penembakan Las Vegas beberapa hari lalu, mengaku tidak mendapatkan isyarat dari Paddock bahwa dia akan melakukan pembantaian tersebut.

 

“Dia tidak pernah mengatakan apapun kepada saya atau melakukan tindakan yang saya sadari bahwa saya mengerti dengan cara apapun untuk menjadi peringatan bahwa sesuatu yang mengerikan seperti ini akan terjadi,” kata dia, sebagaimana dibacakan pengacaranya.

 

Dikutip dari Washington Post, komentarnya itu muncul setelah Danley disebut menjadi tokoh kunci dalam penyelidikan pembantaian yang menyebabkan 500-an orang luka-luka, dan 50-an lainnya tewas.

 

Danley dinilai bisa menjadi tokoh kunci untuk mengetahui alasan Paddock, seorang pensiunan berusia 64 tahun, menembak secara membabi buta dari kamar hotel di lantai 32 Las Vegas Strip.

 

Dia pun berjanji akan bekerja sama dengan pihak berwenang yang sedang berjuang menyelidiki kasus penembakan yang paling mengerikan dalam sejarah Amerika Serikat.

 

“Saya mengenal Stephen Paddock sebagai orang baik hati, perhatian, pendiam,” ucap Danley.

 

Saat penembakan terjadi, Danley sedang berada di luar negeri. Dia baru kembali ke Los Angeles pada Selasa (3/10/2017) malam, sebelum akhirnya diwawancarai agen FBI pada besoknya.

 

Sejauh ini, penyelidik belum dapat mengidentifikasi motif penembakan itu. Apalagi, dia mengaku sama terkejut dengan yang lainnya ketika mengetahui penembakan dilakukan oleh Paddock.

 

Danley mengaku melakukan perjalanan ke Filipina setelah Paddock membelikannya tiket untuk mengunjungi keluarga yang ada di sana. Dia pun menerima uang dari Paddock lewat transfer bank.

 

Dia mengungkapkan, uang tersebut diberikan Paddock untuk membantu membeli rumah bagi Danley dan keluarganya. “Tidak pernah terpikir oleh saya dengan cara apa pun bahwa dia merencanakan kekerasan terhadap siapa pun,” tuturnya.

 

“Saya bersyukur, tapi sejujurnya, saya khawatir, pertama, perjalanan pulang yang tak terduga, dan kemudian uangnya, adalah cara untuk putus dengan saya,” katanya.

 

Sebelumnya, pihak berwenang telah menggambarkan bahwa penembakan sudah direncanakan secara matang. Menurut mereka, Paddock membawa sebuah gudang kecil ke dalam sebuah suite dua kamar di lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino, Las Vegas.

 

Paddock juga memasang kamera untuk memantau aktivitas polisi. Dan saat petugas SWAT mendatangi kamar itu, dia mengarahkan pistol dan menembakkannya ke dirinya sendiri.

 

“Saya hancur oleh kematian dan luka-luka yang telah terjadi dan doa saya untuk para korban dan keluarga mereka dan semua orang yang telah dilukai oleh kejadian mengerikan ini,” tutur Danley.

 

(Tim)

Advertisement

Trending