Pendataan Keluarga Tahun 2021 Di Minut Gunakan Sistim Digitalisasi
Connect with us

Minut

Pendataan Keluarga Tahun 2021 Di Minut Gunakan Sistim Digitalisasi

Published

on

Sekcam Kalawat mewakili Camat membuka kegiatan sosialisasi dan orientasi pendataan keluarga tahun 22021 (PK21)

KlikMINUT – Guna mendapatkan data yang akurat BKKBN Sulut  melalui Dinas PP-dan KB Kabupaten Minahasa Utara menggelar Sosialisasi dan Orientasi Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) di Aula Kantor Kecamatan Kalawat, Rabu (24/03/2021).

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Alexander Dipan mewakili Camat Kalawat Alexander Warbung.

Dalam sambutannya Dipan mengatakan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal hendaknya para rekrutman tenaga pendata sebagai peserta dapat mengikuti orientasi ini dengan baik sehingga tujuan dilaksanakannya acara ini dapat dicapai.

“Program pendataan keluarga ini tentunya untuk mendapatkan data dari keluarga-keluarga di setiap desa dikecamatan ini. Hal ini akan menentukan langkah pemerintah untuk perencanaan kesejahteraan. Ikutilah dengan penuh rasa tanggung jawab terutama berusaha memahami dengan baik dan benar aplikasi digitalisasi pendataan yang akan digunakan. Karena aplikasi ini memerlukan keakuratan, jika tidak tepat pasti tidak bisa jalan. Belajarlah dari Desa Kolongan Tetempangan yang merupakan satu-satunya desa digital di Minut,” tukas Dipan.

Terpisah, dalam kesempatan yang sama, Koordinator Pembantu Pembina Keuarga Berencana Desa (PPKBD) Frans Lompoliu mengatakan, sasaran pendataan ini adalah keluarga Indonesia. Dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan dari keluarga yang didata. Dari data tersebut dilihat kebutuhan  sandang, pangan dan rumah apakah masih lantai tanah ataukah sudah betonisasi, kemudian dinding dari pitate atau beton. Untuk pendataan ini, khusus kecamatan Kalawat, Airmadidi, Kauditan dan Dimembe ini menggunakan aplikasi digitalisasi.

“Sasaran utama pendataan ini untuk mengetahui kondisi bayi dan balita, ibu hamil dan lansia. Setelah data diperoleh nanti akan ada intervensi pembentukan bina keluarga bayi dan balita, ibu hamil dan lansia,” terang Lompoliu.

Lanjut dikatakannya, dari pendataan nanti akan ditemukan juga stunting (kondisi anak yang lebih pendek dari anak seusianya). Kemudian dari segi ekonomi keluarga-keluarga yang didata tersebut bisa membentuk kelompok untuk membentuk usaha-usaha. Data ini akan memudahkan perencanaan dan tindakan-tindakan keluarga untuk peningkatan kualitas keluarga Indonesia.

Acara ini diikuti oleh para hukum tua dan perwakilan serta 32 orang pendata dari 12 desa di Kecamatan Kalawat. Jumlah pendata di setiap desa berbeda sesuai dengan jumlah keluarga yang akan di data. Pendata terbanyak ada di dua desa, yaitu Desa Kolongan Tetempangan dan Desa Watutumou.

Hadir dalam acara tersebut sekaligus ikut memberikan materi Kadis Pengendalian Penduduk dan KB (PP-KB) Minut Drs Sem Tirayoh yang diwakili oleh Kabid Dalduk . (Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending