Connect with us

Catatan Publik

PENATALAKSANAAN FRAKTUR

Published

on

Dhea Aprillya Takainginang

Oleh: Dhea Aprillya Takainginang

 

PATAH tulang atau fraktur adalah kondisi ketika tulang patah sehingga posisi atau bentuknya berubah.

Patah tulang dapat terjadi jika tulang menerima tekanan atau benturan yang kekuatannya lebih besar dari pada kekuatan tulang.

Patah tulang terjadi ketika tulang menerima tekanan yang lebih besar dari yang bisa diterima oleh tulang tersebut. Makin besar tekanan yang diterima tulang, umumnya akan makin berat pula tingkat keparahan patah tulang.

Jenis – Jenis Fraktur yaitu:

1. Fraktur Terbuka

Pada kondisi fraktur terbuka, tulang yang patah dapat menembus kulit. Jika tulang sampai menonjol keluar melewati kulit, maka inilah jenis kondisi fraktur terbuka.

2. Fraktur Tertutup

Patah tulang tertutup adalah jenis patah tulang dimana tulang yang patah tidak sampai merobek kulit.

3. Fraktur Tidak Lengkap

Patah tulang tidak lengkap merupakan kondisi tulang yang tidak patah sepenuhnya atau tidak sampai membagi tulang menjadi 2 bagian atau lebih, melainkan hanya retak.

4. Fraktur Lengkap

Patah tulang lengkap adalah kondisi tulang patah menjadi dua bagian atau lebih.

Patah tulang tidak selalu dapat dicegah, namun Anda dapat mengurangi risiko patah tulang dengan:

  • Menggunakan alat keselamatan saat berkendara, seperti sabuk pengaman saat mengemudikan mobil, atau helm saat mengendarai motor
  • Meminta pertolongan orang lain untuk menjaga Anda agar tidak terjatuh jika sedang menaiki tangga lipat
  • Mengenakan alat pelindung tubuh saat melakukan olahraga yang melibatkan benturan atau berisiko menyebabkan Anda terjatuh
  • Melakukan latihan secara rutin untuk menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan kekuatan tulang, terutama pada penderita osteoporosis
  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan Anda terhadap nutrisi atau suplemen untuk menjaga kesehatan tulang.

Berikut ini tips dalam mencegah fraktur atau patah tulang yang dapat Anda terapkan setiap hari:

1. Nutrisi dan Sinar Matahari

Tubuh pada dasarnya membutuhkan asupan kalsium yang cukup untuk kesehatan tulang. Sumber kalsium yang baik bisa Anda dapatkan dari susu, yoghurt, keju, dan sayuran berdaun hijau gelap. Tubuh juga membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium. Anda bisa mendapatkan vitamin D dengan berjemur dibawah sinar matahari (disarankan di pagi hari), makan telur, dan ikan berminyak.

2. Aktivitas Fisik

Jika sering latihan menahan beban, semakin kuat dan padat tulang Anda. Latihan yang membuat tulang Anda kuat misalnya berlari, berjalan, berlari, melompat, dan menari, atau latihan apa pun itu yang dapat menguatkan tulang. Dengan begitu Anda dapat mencegah patah tulang.

3. Menopause

Estrogen adalah hormon yang mengatur kalsium pada wanita. Hormon ini akan berkurang selama menopause, yang membuat pengendalian kalsium jauh lebih sulit. Akibatnya, wanita harus sangat berhati-hati pada tulangnya selama dan setelah menopause.

Tips berikut ini dapat membantu Anda mengurangi risiko osteoporosis setelah menopause:

  • Jika kecanduan merokok, segera berhenti sama sekali
  • Lakukan latihan beban singkat setiap minggu
  • Hindari alkohol
  • Sering berjemur di bawah sinar matahari
  • Pastikan pola makan yang mengandung banyak kalsium.
  • Bagi Anda yang kesulitan mengonsumsi makanan berkalsium, dokter mungkin menyarankan mengonsumsi suplemen kalsium.

Sumber:
https://doktersehat.com/patah-tulang-fraktur

Apley, A. Graham , Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley, Widya Medika, Jakarta, 1995

Herman Santoso, dr., SpBO (2000), Diagnosis dan Terapi Kelainan Sistem Muskuloskeletal, DiktatKuliah PSIK, tidak dipublikasikan

Doenges at al (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Ed.3, EGC, Jakarta

https://idnmedis.com/fraktur

(***)

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Katolik De La Salle Manado Fakultas Keperawatan Semester 5.

Catatan Publik

“Tuhan Maha Penyayang, Market Tidak”

Published

on

Market
Penulis: Sahril Kadir

“Tuhan Maha Penyayang, Market Tidak”. Sepenggal kalimat yang diutarakan Dhany, nasabah pada salah satu perusahaan pialang cabang Manado, saat berdialog santai di rumah kopi miliknya, di bilangan Jalan Martadinata Manado beberapa waktu lalu, sempat membuatku kaget.

Bagaimana tidak, kalimat itu jadi kalimat pertama yang diucapkannya ketika mengetahui bahwa Saya ingin mendapatkan sedikit pengetahuan darinya tentang bisnis perdagangan berjangka komoditi.

Apalagi, dia langsung menyambung kalimat tersebut dengan membeberkan sejumlah pengalaman pahitnya saat awal terjun di bisnis ini, yaitu pada lima tahun lalu.

Namun setelah berdialog cukup lama, yakni kira-kira dua jam, Saya akhirnya memahami bahwa kalimat “Tuhan Maha Penyayang, Market Tidak” mengandung unsur edukasi yang cukup dalam. Meski memang, harus diakui, sepintas kalimat ini akan terdengar ekstrem, khususnya bagi mereka yang menjadi sales marketing perusahaan pialang.

Lantas apa pelajaran yang terkandung dalam kalimat tersebut?

Pertama, ini menjadi sebuah peringatan awal kepada calon nasabah agar memahami terlebih dahulu setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan berjangka komoditi sebelum berinvestasi. Mulai dari jenis-jenis transaksinya hingga legalitas perusahaan pialang. Dua hal ini sangat penting diketahui dan didalami, sehingga potensi berinvestasi pada perusahaan pialang bodong atau ilegal bisa diminimalisasi.

Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan investasi perdagangan berjangka komoditi juga menjadi sangat penting, khususnya saat pandemi Covid-19, karena situasi pandemi ini menjadi momen yang sangat berharga untuk berinvestasi. Makanya, saat ini banyak perusahaan investasi bermunculan.

Dengan kata lain, literasi perdagangan berjangka komoditi harus diikuti dan dijalankan secara rutin terlebih dahulu sebelum mengambil sikap berinvestasi pada bisnis ini.

Pelajaran kedua, seorang calon maupun nasabah pada perusahaan pialang harus mampu menekan emosinya sebaik mungkin saat bertransaksi. Sebab market tak memiliki hati. Keinginan mendapatkan keuntungan besar atas dasar emosi yang tak terkontrol bisa mengakibatkan datangnya kerugian yang sangat besar. Apalagi, perdagangan berjangka komoditi bersifat high risk high return.

Pengalaman nasabah perdagangan berjangka komoditi, khususnya yang buruk-buruk, harus benar-benar dijadikan bahan pelajaran dan telaahan penting. Letak kekeliruannya dimana, apa sebenarnya yang membuatnya merugi besar, dan lainnya. Dan dari banyaknya pengalaman tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa nasabah sering tak mampu mengelola emosinya dalam bertransaksi. Makanya, “Tuhan Maha Penyayang, Market Tidak” harus selalu diingat dan ditanamkan di hati dan pikiran saat terjun di bisnis ini.

(***)

Continue Reading

Catatan Publik

Pengetahuan Perkuat Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi Saat Pandemi Covid-19

Published

on

Perdagangan Berjangka
Penulis: Sahril Kadir

Thomas dan Maik (nama disamarkan). Keduanya adalah figur yang cukup terkenal dengan bisnisnya di Sulawesi Utara. Tapi siapa sangka, pandemi Covid-19 ternyata membuat pendapatan mereka jauh menurun.

Tak ingin terpuruk karena pandemi, dua figur ini pun memilih menginvestasikan dananya dalam perdagangan berjangka komoditi, sejak akhir tahun 2020 lalu. Namun pilihan tersebut diambil atas dasar pemahaman berbeda.

Maik berinvestasi di salah satu anggota perusahaan pialang berjangka komoditi resmi setelah mendengar dan menganalisa peluang dan risiko yang ada, sementara Thomas tanpa sadar menginvestasikan dananya di pialang ilegal karena tergiur tawaran kalkulasi bulus keuntungan semata.

Pada akhirnya, Maik hingga kini menekuni bisnis perdagangan berjangka komoditi ini karena bisa memanfaatkan setiap peluang secara maksimal, meski dia juga mengakui pernah merasakan rugi. Sedangkan Thomas harus menerima kenyataan merugi besar karena telanjur menginvestasikan banyak dana tanpa memperhatikan risikonya.

Pilihan Maik dan Thomas untuk masuk dalam bisnis perdagangan berjangka komoditi sebenarnya sudah baik, karena menjadi bisnis alternatif terbaik pada masa pandemi yang mengharuskan bekerja dari rumah.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang, dalam Buletin Bappebti edisi 215 Maret 2020. Stephanus mengungkapkan bahwa masa pandemi yang menyebabkan terjadinya pergolakan harga menjadi Golden Moment untuk memilih investasi dalam perdagangan berjangka.

Apalagi, bisnis ini telah ditopang dengan teknologi informasi (IT) sehingga transaksi perdagangan berjangka bisa dilakukan secara jarak jauh atau online. Dengan kata lain, kebijakan Work From Home (WFH) yang diterbitkan Pemerintah tak akan menghalangi aktivitas dalam bisnis ini.

Meski demikian, peluang besar ini harus dimanfaatkan tanpa menafikan risikonya, yang bersifat high risk high return. Bahwa oleh karena income-nya yang sangat besar dan jauh melebihi perdagangan biasanya, maka potensi kerugian pun sangat tinggi.

Artinya, seorang calon investor harus bisa secara cermat menganalisa berbagai hal, khususnya yang berkaitan dengan perdagangan berjangka komoditi, sebelum terjun ke bisnis ini.

Beberapa hal yang perlu dicermati dan dianalisis itu di antaranya adalah jenis transaksi dan pialang yang dipilih. Pengenalan terhadap dua hal ini sangat penting bagi seseorang sebelum bertransaksi, sebagaimana tips bagi nasabah yang disampaikan Stephanus Paulus Lumintang, dan telah dilansir Kontan.co.id, pada Kamis 11 Februari 2016 lalu.

Legalitas pialang yang akan dipilih untuk bertransaksi harus dicek secara rinci, khususnya bagi nasabah atau calon nasabah yang bertransaksi di kantor cabang. Jangan sampai tempat bertransaksi bukan merupakan kantor cabang dari pialang tersebut. Nasabah atau calon nasabah juga harus memastikan bahwa yang menandatangani perjanjian kontrak adalah wakil pialang resmi yang telah memperoleh izin dari Bappebti. Jika tidak, maka nasabah atau calon nasabah berpeluang besar terkecoh dan akhirnya merugi.

Berbisnis melalui pialang legal akan sangat baik, khususnya untuk para nasabah atau investor pemula. Sebab, perusahaan resmi yang diwakili wakil pialang resmi sudah pasti akan memberikan edukasi dan membangun relationship kepada para nasabah secara maksimal. Sehingga nantinya nasabah bisa belajar memahami dan menganalisa alur transaksi perdagangan yang berlaku dan mampu memprediksi peluang dan risikonya.

Pengenalan terhadap jenis transaksi perdagangan berjangka komoditi juga sangat penting. Sebab terdapat beragam komoditi yang bisa ditransaksikan, di antaranya emas, komoditi pertanian, dan komoditi lainnya. Keliru dalam memilih jenis komoditi untuk dibeli bisa berakibat fatal.

Khusus untuk wilayah Manado dan daerah lainnya di Indonesia, emas masih menjadi komoditi unggulan dalam perdagangan berjangka, sebagaimana diungkapkan Branch Manager Equity World Futures (EWF) Manado, Joko Santoso, saat menyampaikan materi dalam kegiatan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi untuk kalangan pers, di Kantor EWF Manado, 18 Februari 2021 lalu.

Dengan demikian, agar pandemi Covid-19 benar-benar bisa menjadi Golden Moment untuk berinvestasi di pasar perdagangan berjangka, seorang calon atau nasabah harus mampu membaca peluang dan risikonya dengan menggunakan bantuan dari perusahaan pialang legal, khususnya dalam memilih komoditas yang akan ditransaksikan.

Kata lainnya adalah bahwa agar bisa memanfaatkan peluang dari bisnis perdagangan berjangka, seorang calon atau nasabah tidak hanya membutuhkan modal uang banyak dan kenekatan saja, melainkan harus dibarengi dengan pengetahuan dan analisa yang baik.

(***)

Continue Reading

Catatan Publik

Pers, KIM, dan Pemda Wajib Bersinergi Untuk Menghadang Penyebaran Covid-19

Published

on

Yan Bawiling
Penulis: Yan Bawiling

PARA wartawan memperingati Hari Pers Nasional pada Selasa, 9 Februari 2021 hari ini. Hari yang tentu saja sangat berharga bagi para pemburu berita. Momentum ini sangat berharga dalam rangka mengasah dan meningkatkan kualitas pers secara nasional.

Di sisi lain, di Indonesia terdapat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang tersebar di setiap kabupaten dan kota. Kelompok ini berperan sebagai sumber penyampaian informasi, yang aktif dan peka terhadap penyebaran informasi di tengah masyarakat, dan juga adalah mitra dari pemerintah daerah di bawah Dinas Kominfo.

Oleh karenanya, setiap penyebaran informasi perlu melibatkan KIM. Sehingga informasi yang tersebar di tengah masyarakat itu benar dari sumber yang terpercaya dan bukan berita bohong atau “Hoax”.

Lain halnya antara para insan pers dan KIM, data dan fakta bisa didapat secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat, sehingga berita yang dipublikasikan benar-benar berasal dari sumber data. Karena Insan Pers adalah jembatan informasi antara Pemerintah dan masyarakat.

Berkaitan dengan Pandemi Covid-19 sekarang ini, semua komponen media informasi, baik Pemerintah, Pers dan masyarakat perlu bersinergi agar Bangkit dari pandemi Covid-19 dan bangkit dari pemulihan ekonomi masyarakat.

Melalui Hari Pers Nasional kita juga sama-sama wajib menyukseskan Program Vaksin Nasional, semoga terhindar dari Covid-19 dan jangan lupa untuk tetap mengedepankan Protokol kesehatan.

Selamat Hari Pers Nasional.

(***)

Penulis adalah Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kepulauan Talaud

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending