Pemkot Manado Ajak Warga Taati Garis Sepadan Sungai
Connect with us

Humaniora

Pemkot Manado Ajak Warga Taati Garis Sepadan Sungai

Published

on

KlikMANADO – Pemerintah Kota Manado melalui Kepala Bagian Pemerintahan dan Humas (Pemhum) Sonny Takumansang mengajak seluruh warga untuk menaati Garis Sempadan Sungai (GSS), sesuai Perwako Nomor 55 Tahun 2014, tentang Garis Sempadan Sungai serta Pemanfaatannya di Kota Manado.

Ajakan tersebut berkaitan dengan kejadian banjir dan tanah longsor yang menerjang 23 kelurahan di Kota Manado, pada Jumat (1/2/2019) kemarin. Dikatakan Takumansang, upaya pencegahan banjir maupun tanah longsor bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat.


Menurut dia, peran masyarakat tersebut adalah dalam bentuk kesadaran untuk menaati peraturan tata ruang, termasuk garis sempadan sungai. (GSS). Sayangnya, saat ini masih banyak warga yang mendiami kawasan yang seharusnya menjadi jalur hijau itu.


“Secara teori, agar aman harus menaati Garis Sempadan Sungai (GSS) sesuai Perwako Nomor 55 Tahun 2014 tentang Garis Sempadan Sungai serta Pemanfaatannya di Kota Manado. Untuk itu diharapkan juga kesadaran masyarakat untuk menaati peraturan dan tata ruang,” tegasnya.


Takumansang menjelaskan, sebenarnya pemerintah sudah melaksanakan program revitalisasi Sungai Tondano, untuk meminimalisasi terjadinya banjir. Namun, kata dia, upaya tersebut masih menghadapi kendala pembebasan lahan.


“Sudah dilebarkan 30 meter dan dibuat tanggul, namun belum semuanya tertanggul. Bendungan Kuwil yang multifungsi sementara dalam pembangunan, salah satu fungsinya sebagai pengendali banjir Kota Manado untuk Sungai Tondano,” terangnya.


“Bersahabatlah dengan alam, maka alam akan bersahabat dengan kita. Mari berdoa dan bekerja,” sambungnya.


Sekadar informasi, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bab IV Pola Ruang Wilayah Kota, kawasan lindung terdiri dari kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. “Yaitu kawasan resapan air kota ditetapkan pada kemiringan lereng 40% tidak bisa dilakukan aktivitas permukiman,” jelasnya.


Selain itu, Kawasan Perlindungan Setempat adalah sempadan pantai dan sempadan sungai. “Sempadan sungai yang tidak bertalud di lima sungai besar Kota Manado GSS 15 meter. Ini yang banyak tidak dipatuhi masyarakat yang mengakibatkan longsor dan banjir jika air sungai meluap,” tandasnya.


(Sahril Kadir)


Advertisement

Trending