Ternyata Argometer Transportasi Online Beda dengan Taksi Biasa
Connect with us

Headline

Ternyata Argometer Transportasi Online Beda dengan Taksi Biasa

Published

on

Pemerintah

KlikMANADO – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017, yang telah direvisi. Mengapa pemerintah menerbitkan aturan tentang transportasi online tersebut?

 

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) lewat akun twitter resminya, @kemkominfo, menjelaskan alasannya. Berikut jawabannya.

 

Postingan admin menjelaskan, selain mengakomodasi kemudahan aksesibilitas, aturan tersebut juga menunjukkan bahwa pemerintah memastikan pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, tertib, lancar dan terjangkau bagi masyarakat.

 

Pemerintah juga perlu mendorong pertumbuhan perekonomian nasional, berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan dan prinsip pemberdayaan mikro, kecil dan menengah.

 

Selain itu, pemerintah berkepentingan dalam hal kepastian hukum, terhadap aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, kesetaraan, keterjangkauan, dan keteraturan. Serta menampung perkembangan kebutuhan masyarakat dalam penyelenggaraan angkutan umum, serta terwujudnya perlindungan dan penegakan hukum bagi masyarakat.

 

Makanya, ditulis admin @kemkominfo, Kementerian Perhubungan memiliki sembilan poin revisi, yaitu argometer, tarif, wilayah operasi, kuota, persyaratan minimal lima kendaraan, bukti kepemilikan kendaraan bermotor, domisili TNKB, sertifikat registrasi uji tipe (SRUT) dan peran aplikator.

 

 

Adapun pengaturan tarif batas bawah dilakukan untuk menghindari terjadinya perang tarif atau banting harga dalam rangka menjatuhkan usaha pesaing. Seperti tarif promo penerbangan, angkutan sewa online juga tetap diberikan kesempatan memberi promo kepada konsumen.

 

Admin juga menerangkan tentang perlunya pembatasan jumlah kendaraan angkutan online. Dijelaskan bahwa jika kendaraan tidak dibatasi, maka penghasilan pengemudi akan menurun.

 

Tidak hanya itu, sistem argometer yang dimaksud pada Permenhub 108 tahun 2017 berbeda dengan argometer pada taksi biasa. Besaran tarif angkutan sesuai yang tercantum pada aplikasi berbasis teknologi informasi.

 

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending