PEMBANGUNAN KEMBALI MASJID AWAL FATHUL MUBIEN; Bukti Politik Keberpihakan OD untuk Ummat Islam Kota Manado dan Sulut
Connect with us

Catatan Publik

PEMBANGUNAN KEMBALI MASJID AWAL FATHUL MUBIEN; Bukti Politik Keberpihakan OD untuk Ummat Islam Kota Manado dan Sulut

Published

on

Oleh: Abid Takalamingan

Saya akan mulai dari ingatan saya ditahun 2016. Masih ingat saya saat itu mendekati bulan Ramadhan tahun 2016.

Beberapa orang dari panitia pembangunan masjid Awal Fathul Mubien (Masjid Agung Kota Manado) di bawah pimpin Hamzah Rajab (Ketua Panitia), Lutvia Alwi Malabar, Ismail Lasama, Abdullah Diens dan beberapa lainnya di antaranya Djamaluddin Dama menyampaikan niat jamaah berencana melakukan renovasi berat masjid yang sdh tidak dianggap layak lagi karena bangunannya sdh banyak yang keropos dan tidak layak.

Mereka semua mendatangi kami; haji Amin Lasena, Almarhum Anwar Panawar, Hi. Abubakar dan saya karena dianggap bisa menyambungkan maksud mereka kepada bapak Olly Dondokambey yang saat itu dikenal sebagai orang yang banyak melakukan advokasi anggaran bagi pembangunan karena posisinya yang strategis sebagai salah seorang wakil ketua di komisi anggaran DPR-RI.

Niat baik tersebut beserta rencana pembangunan yang dibuat oleh kalau tidak salah ingat dibuat oleh Ir Fuad Halim (Dosen FT Unsrat Manado) kami sampaikan ke bapak Olly Dondokambey. Saat itu seingat saya OD begitu insial beliau lagi berada dalam posisi dilematis karena digadang-gadang oleh PDIP Sulut diminta untuk ikut pilkada Gubernur 2016 sementara teman-temannya di jkt meminta agar beliau tetap diposisinya karena mereka merasa akan kehilangan teman yang dikenal lobbiying yang hebat.

Atas apa yang kami sampaikan OD langsung menyambut baik rencana tersebut setelah mendapat beberapa penjelasan menyangkut histori masjid yang sangat bersejarah itu bagi ummat Islam Sulut terutama kota Manado karena disamping sebagai masjid Agung (Masjid Kota). Sesuai namanya Awal Fathul Mubien inilah masjid yang pertama dibangun di kota Manado atau masjid tertua di kota Manado.

Akan tetapi setelah melihat kondisi masjid Olly Dondokambey (OD) yang juga menegerti tentang struktur karena pengalamannya pernah di perusahan konstruksi melihat kondisi masjid tak memungkinkan lagi hanya sekedar renovasi dan setelah melihat gambar rencana masjid langsung memutuskan agar masjid di bongkar total.

Akhirnya dipilihlah giat guna mewujudkan rencana acara sebagai momentum dimulainya renovasi masjid, dan itu terjadi kalau tdk keliru pada hari ketiga puasa Ramadhan di halaman masjid Awal Fathul Mubien yang juga dihadiri oleh presiden ke-5 Megawaty Soekarno Poetri yang juga adalah ketua umum PDIP dimana OD sebagai bendahara umumnya.

Pada saat itu seingat saya di depan para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta hadirin sebelum mengakhiri sambutan ibu Megawaty langsung menyatakan memberi bantuan uang sebesar 2.5M dan OD 1M sambil ibu berpesan agar pak OD dapat mengawal penyelesaian pembangunan masjid kebanggaan umat Islam kota Manado hingga selesai.

Tak hanya panitia tapi hampir semuanya melantunkan kalimat syukur Alhamdulillah bahkan takbir sebagai ekspresi perasaan gembira akan apa yg terjadi saat itu dalam acara buka puasa bersama.

Mengapa? Karena jumlah tersebut bukan jumlah sedikit untuk ukuran bantuan masjid dan tentu saja bagi panitia ini membuat perasaan lega yang luar biasa untuk memulai dan membongkar semua membangun masjid kesayangan mereka dari awal dengan modal 3.5M.

Setelah tahun itu (2016) aliran bantuan dilakukan terus turun setiap tahun oleh OD yang pada tahun yang sama terpilih menjadi Gubernur Sulut bersama rekan separtainya Steven Kandow.

Saya dan beberapa orang menjadi saksi ratusan juta rupiah bahkan milyard setiap tahun masuk ke kas panitia guna penyelesaian masjid yang rencananya akan menelan anggaran lebih dari 15M rupiah.

Saya menulis ini ingin mengingatkan kembali bahwa Olly Dondokambey adalah pemimpin sejati yang tidak pandang suku, agama, ras dalam memberikan perhatian bagi rakyatnya dalam posisinya sebagai pemimpin.
Beliau sekalipun seorang Kristiani tapi juga memberikan perhatian yang sungguh-sungguh bagi saudaranya yang tidak seagama.

Sesuai dengan prinsip yang dipegangnya bahwa agama adalah cara Tuhan untuk melihat siapa yang paling bersyukur kepadaNya juga cara Tuhan untuk melihat siapa yang paling baik hubungannya dengan sesama mahluk ciptaanNya tak peduli apapun ras, suku dan keyakinan yang dianutnya.
Atau dalam bahasa singkat yang selalu menjadi slogan OD “Karena Torang Samua Ciptaan Tuhan”.

Kalimat diatas ingin menjelaskan tentang sebuah pemahaman utuhnya sebagai seorang yang ditakdirkan terlahir menjadi anak kandung Sulawesi Utara anak kandung NKRI.

Ada banyak cerita tentang politik keberpihakan seorang OD untuk ummat Islam di Sulawesi Utara termasuk kota Manado yang tentu akan coba saya tuliskan jika ada waktu dan kesempatan. Misalnya bagaimana seorang OD membantu ormas-ormas Islam diantaranya MUI, SI, Muhammadiyah, NU dan lainnya.

Kembali ke pembangunan Awal Fathul Mubien. Sampai saat ini Awal Fathul Mubien sudah pada kondisi 70% rampung, kita doakan semoga akan selesai hingga 100% dalam waktu yang tidak lama lagi.

Semoga pak Olly Dondokambey diberikan kesehatan dan kemudahan dalam segala aktivitasnya, termasuk dalam segala niat baiknya dalam keluarga dan karier termasuk bisa melanjutkan derap pembangunan di daerah Sulawesi Utara agar salah satu masjid kebanggaan ummat ini bisa rampung 100%.

Oh ya saat ini saya akan menuju kantor NU di kelurahan Islam kota Manado tidak jauh dari masjid Awal Fathul Mubien karena di undang untuk meresmikan kantor yang termegah utk ormas di Sulut juga adalah bagian dari bantuan pemprov lewat APBD dimana OD adalah Gubernurnya.

Semoga.

(*)

Penulis adalah Aktivis Muslim Sulut juga Ketua Baznas Sulut

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending