PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMBANGUNAN WILAYAH
Connect with us

Catatan Publik

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMBANGUNAN WILAYAH

Published

on

Agus Santoso Budiharso

Oleh: Drs. Agus Santoso Budiharso, M.Sc

Pembangunan wilayah yang dimotori oleh pemerintah sangat bergantung dengan anggaran yang tertuang dalam APBN/APBD.

Sebelum tersusun APBN/APBD ini serangkaian proses perencanaan baik dari bawah (bottom-up) maupun dari atas (top-down) telah dilaksanakan seperti musrembang dari berbagai tingkat mulai desa, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, regional maupun di tingkat nasional.

Serangkaian proses tersebut tiada lain dan tiada bukan hanyalah untuk sinkronisasi pembangunan agar manfaat pembangunan menjadi serasi, dan tidak menimbulkan disharmoni antarwilayah yang ada.

Dalam perencanaan ini ketersediaan data menjadi sangat penting terutama data-data yang berhubungan aspek fisik, sosial, ekonomi, dan kondisi wilayah lainnya. Agar data mudah diolah menjadi sebuah informasi yang bermanfaat, maka data itu harus bergeoreferensi. Data yang bergeoreferensi ini sering disebut data geospasial.

Data geospasial ini tercantum dalam UU No. 4 tahun 2011 yaitu dalam UU Informasi Geospasial. Dalam UU itu disebutkan bahwa data geospasial adalah data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi.

Dengan mengacu pada pengertian tersebut di atas bahwa semua aspek pembangunan yang berupa aspek ekonomi dan aspek lingkungan. Dan aspek ekonomi adalah objek dari data geopasial itu sendiri. Karena pembangunan ini memang pada dasarnya adalah untuk menyerasikan lingkungan dan menjalankan roda ekonomi untuk tujuan menyejahterakan masyarakat yang berkesinambungan. Dengan demikian, pembangunan wilayah yang berkesinambungan akan sangat bergantung pada ketersediaan data geospasial yang valid dan akurat serta up to date.

Data geospasial tidak bias dikelola dengan baik tanpa adanya sebuah sistem yang mendukungnya. Sistem itu sudah dikenal sejak lama, namun setelah berkembangnya industri IT, baik software maupun hardware-nya, sekarang ini dikenal dengan Sistem Informasi Geografis (SIG).

SIG ini pada dasarnya adalah sebuah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografis, seperti data diidentifikasi berdasarkan lokasinya di dalam database.

Berbagai manfaat dari SIG dalam kaitannya dengan pembangunan wilayah ini antara lain dalam bidang pengelolaan tata guna lahan ataupun dalam tata ruang wilayah.

Dalam hal ini SIG dapat membantu dalam membuat perencanaan setiap wilayah pemanfaatan lahan di kota yang dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum dan jalur hijau. Hasilnya bisa digunakan sebagai acuan dalam pembangunan utilitas-utilitas yang dibutuhkan. Manfaat lainnya adalah SIG dapat digunakan untuk mengetahui persebaran beberapa sumber daya alam, seperti minyak bumi, batubara, emas, besi dan bahan tambang lain.

Untuk mengetahui persebaran area lahan, seperti area lahan yang potensial dan lahan kritis, area hutan yang masih baik dan hutan yang telah rusak, area lahan pertanian dan perkebunan, memanfaatkan perubahan pembangunan lahan rehabilitasi dan konservasi lahan.

Dengan data yang diperoleh dari manfaat citra satelit secara time series dan diolah dengan Sistem Informasi Geografis data perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu dapat dimonitor tingkat maupun skala perubahannya, sehingga pemerintah yang memberikan perizinan akan mudah mengendalikan ruangnya agar tidak melampaui daya dukung lahannya.

Mengingat manfaat SIG yang sangat banyak dalam pembangunan, hal yang tak dapat dilupakan adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia yang terampil dan menguasai teknologi SIG ini.

Untuk itu maka Pemda harus mempersiapkan aparatnya agar menguasai SIG sehingga pengelolaan data geospasial untuk pembangunan di masing-masing kabupaten/kota menjadi efektif.

(*)

Penulis adalah Ahli Sistem Informasi Geografis – Pengurus Inti PengcabKeluarga Alumni Gadjah Mada

Advertisement

Trending