Dinyatakan Kalah Angka, Pelatih Tinju Pelajar Sulteng Mengamuk
Connect with us

Nasional

Dinyatakan Kalah Angka, Pelatih Tinju Pelajar Sulteng Mengamuk

Published

on

Pelatih Tinju

KlikJAKARTA – Pelatih Tinju Sulawesi Tengah Dilham mengamuk usai babak semifinal cabang olahraga tinju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke-XIV Jawa Tengah 2017, Selasa (19/9/2017) kemarin.

 

Aksinya tersebut dilakukan karena anak didiknya dinyatakan kalah angka dari petinju Riau di babak itu. Kekalahan petinju andalan Sulawesi Tengah tersebut sekaligus menutup peluang merebut emas pertama bagi kontingen Popnas Sulteng .

 

Dilham melempar kursi ke atas ring sambil mengamuk ketika wasit Elzan asal Banten mengangkat tangan petinju Riau, sebagai tanda pemenang pada laga dramatis tersebut.

 

Tak berhenti sampai di situ, Dilham berusaha melempar lagi satu kursi ke atas ring namun mengenai tali ring. Beruntung aparat kemanan langsung mengamankan pelatih asal Tawaeli itu keluar dari area ring tinju.

 

Dilham memang terlihat menjadi orang yang paling terpukul atas kekalahan itu. Ninong, duet pelatih Dilham pun tak kuasa menahan kesedihan. Dia tampak mengeluarkan air mata.

 

“Ini tampaknya sudah diatur. Petinju kita lebih aktif melakukan pukulan bersih bisa-bisanya dinyatakan kalah, tidak betul sudah (penilaian wasit) ini,” ketus Dilham.

 

“Percuma (protes) tidak ada juga gunanya, apalagi harus pakai uang protes, hasilnya pasti tetap kita dinyatakan kalah,” sambung Ninong.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah Yunan Lampasio menilai keputusan juri yang diambil juri dalam laga menentukan itu adalah sebuah cara primitif untuk sebuah kepentingan memenangkan tuan rumah.

 

“Ini kan event pelajar, seharusnya para wasit memperlihatkan kepada anak-anak kita sebuah sikap dan perilaku yang baik, jujur dan sportif, bukan dengan justru cara-cara yang tidak jujur dan tak bermartabat,” ujarnya.

 

Dia pun sangat menyesalkan kejadian yang merugikan kontingen Sulawesi Tengah. “Saya sangat menyesalkan cara-cara wasit dalam sebuah pertandingan seperti kejadian di event Tinju Popnas ini, termasuk pula di cabor Silat. Kita bukan tidak menjunjung tinggi sportivitas, tapi sportivitas itu juga harus dilakukan dengan cara yang obyektif dan jujur,” timpalnya.

 

Dia juga menilai, sikap pelatih Dilham dan official tim Sulawesi Tengah yang mengamuk usai Sulteng dinyatakan kalah angka tipis merupakan akumulasi dari sikap juri yang tak objektif.

 

“Kepada teman-teman panitia Popnas di Dispora Jawa Timur khususnya para juri, kiranya memaklumi atas sikap protes dan riak-riak kecil di arena setelah keputusan juri, dan itu saya kira merupakan akumulai kekecewaan karena ulah para juri yang tidak objektif dan tidak jujur,” tutupnya.

 

(Tim)

Advertisement

Trending