Pelanggan Kartu Prabayar Wajib Registrasi Ulang. Begini Caranya
Connect with us

Ekobis

Pelanggan Kartu Prabayar Wajib Registrasi Ulang. Begini Caranya

Published

on

Telekomunikasi

KlikJAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan mewajibkan pelanggan kartu prabayar untuk meregistrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan mulai 31 Oktober 2017.

 

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016, tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

 

Melalui situs resminya, Kemenkominfo menjelaskan, registrasi ulang ini merupakan upaya pemerintah mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar.

 

“Proses registrasi dinyatakan berhasil apabila data yang dimasukkan calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar tervalidasi,” demikian pernyataan Kominfo, Rabu (11/10/2017).

 

Namun, jika data yang dimasukkan, baik oleh calon pelanggan maupun pelanggan lama tidak dapat tervalidasi, meski sudah memasukkan data sesuai yang tertera pada KTP dan KK, pelanggan tersebut wajib mengisi Surat Pernyataan.

 

Surat pernyataan tersebut, berisi pernyatakan bahwa seluruh data yang disampaikan adalah benar, sehingga calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar bertanggung jawab atas akibat hukum yang ditimbulkan dan harus melakukan registrasi ulang secara berkala sampai berhasil tervalidasi.

 

Berikutnya, nomor pelanggan akan diaktifkan penyelenggara jasa telekomunikasi paling lambat 1×24 jam. “Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat 28 Februari 2018.”

 

“Penyelenggara jasa telekomunikasi juga wajib menyampaikan laporan kemajuan proses registrasi ulang pelanggan prabayar setiap 3 (tiga) bulan kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selama jangka waktu registrasi ulang.”

 

Menurut Kemenkominfo, perpanjangan batas waktu penyesuaian pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi ini setelah mempertimbangkan kesiapan dan keandalan sistem, untuk melakukan validasi data pelanggan dan mempertimbangkan perlindungan terhadap kepentingan pelanggan jasa telekomunikasi.

 

Merujuk pada peraturan tersebut, registrasi pelanggan jasa telekomunikasi tidak memerlukan data nama ibu kandung.

 

Di dalam proses registrasi, pelanggan dan atau calon pelanggan Prabayar hanya perlu mengirimkan SMS ke 4444. “Dengan format tertentu yang berisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga yang sah.”

 

“Agar masyarakat melakukan registrasi sendiri atau melalui gerai resmi operator. Dengan registrasi ini akan meningkatkan perlindungan data pribadi, pelanggan jasa telekomunikasi dapat menghubungi call center masing-masing operator apabila dibutuhkan keterangan.”

 

(Tim)

Advertisement

Trending