Connect with us

Headline

PDM Manado Ajak Warga Tonton Film Nyai Ahmad Dahlan

Published

on

Salah satu scene film Nyai Ahmad Dahlan. (KlikNews)

KlikMANADO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Manado mengajak seluruh warga Kota Manado untuk bisa ikut menonton film Nyai Ahmad Dahlan yang akan diputar di bioskop-bioskop terdekat mulai 24 Agustus nanti.

Menurut Ketua PDM Kota Manado Rizal Arsyad, tunggulah film Nyai Ahmad Dahlan menjadi sebuah kado kemerdekaan bagi setiap generasi yang ingin melihat, konsep, dan meneladani sosok Siti Walidah dalam kehidupan sehari-hari.
Dia menjelaskan, Nyai Ahmad Dahlan atau Siti Walidah adalah isteri dari pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan. “Selain sebagai isteri, nyai juga merupakan pemimpin pertama organisasi perempuan Muhammadiyah, yaitu Aisyiyah,” ujarnya.
Makanya, lanjut dia, gelar Pahlawan Nasional yang disematkan pemerintahan Presiden RI Soeharto, tidak berlebihan. “Kiprahnya untuk bangsa ini tidak diragukan lagi. Leluhurnya adalah tokoh emansipasi perempuan di samping tokoh perempuan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ternyata telah menerbitkan surat edaran nomor 2.2 / 1103/1438, tertanggal 2 Agustus 2017, yang ditujukan kepada Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah.
Surat edaran itu berisi ajakan untuk seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk bergembira dan menonton film biopik tersebut di bioskop-bioskop terdekat.
Untuk diketahui, Siti Walidah adalah isteri pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Dia terjaga di Kampung Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1872. Sebutan Nyai Ahmad Dahlan mulai dikenal sejak dia menikah dengan pendiri Muhammadiyah itu.
Tidak hanya dikenal sebagai pemimpin pertama organisasi perempuan Aisyiyah, dia juga merupakan tokoh emansipasi perempuan, di samping Raden Ajeng Kartini.
Setelah lahirnya film “Sang Pencerah” yang menceritakan kehidupan Ahmad Dahlan tayang beberapa tahun lalu, kini biografi isterinya akan difilmkan dan diputar di bioskop-bioskop pada 24 Agustus nanti.
Film yang disutradai oleh Olla Atta Adonara ini akan menyingkap kisah perjuangan hidup bernyanyilah dalam memerdekakan hak-hak perempuan.
Menariknya, film ini akan ikut turut serta aktor dan aktris ternama indonesia. Seperti Tika Bravani, David Chalik, Cok Simbara, Della Puspita, dan berbagai nama lainnya. Jadi, kita tunggu saja tanggal mainnya. (Ayi)

Headline

Update Peta Risiko Covid-19 di Sulut Per 24 Januari 2021

Published

on

Update Peta Risiko
Peta Risiko Covid-19 Terbaru. (Sumber Foto: GTN)

KlikSULUT – Gugus Tugas Nasional Covid-19 kembali mengumumkan update perkembangan terbaru peta risiko Covid-19 secara Nasional.

Sebagaimana dirilis dalam website resmi Gugus Tugas Nasional Covid-19, khusus Sulawesi Utara ada empat kabupaten dan kota yang berkutat pada zona merah. Sisanya ada pada zona oranye.

Berikut update daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 24 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona merah jadi zona oranye

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona merah jadi zona oranye

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona merah jadi zona oranye

Kotamobagu tetap zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

Update Peta Risiko Covid-19: 7 Daerah di Sulut Zona Merah

Published

on

Konfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi. (Sumber Foto: Dok KlikNews)

KlikJAKARTA – Gugus Tugas Nasional kembali meng-update peta risiko Covid-19 per 17 Januari 2021.

Dari update tersebut diketahui ada 108 kabupaten dan kota berstatus zona merah, 347 zona oranye, 45 zona kuning, dan 14 kabupaten dan kota tidak terdampak atau tak ada kasus baru.

Untuk Sulawesi Utara, peta risiko kembali berubah. Jika sebelumnya hanya ada tiga daerah zona merah, per 17 Januari 2021 ini bertambah empat daerah. Sehingga total ada tujuh kabupaten dan kota yang berstatus risiko tinggi atau zona merah.

Berikut daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 17 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona oranye naik jadi zona merah

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona oranye naik jadi zona merah

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona oranye naik jadi zona merah

Kotamobagu dari zona oranye naik jadi zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

BMKG Jelaskan Penyebab Banjir di Pesisir Pantai Manado

Published

on

Kondisi salah satu wilayah pesisir pascakejadian hantaman air laut. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab banjir di wilayah pesisir Pantai Manado, yang terjadi pada Minggu (17/1/2021).

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, peristiwa tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia.

“Peristiwa naiknya air laut yang menyebabkan banjir terjadi di Pesisir Manado kemarin merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG,” kata Eko, Senin (18/1/2021).

Eko menjelaskan, peristiwa tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain angin kencang berkecepatan maksimum 25 Knot yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di Laut Sulawesi, Perairan utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan Laut Maluku bagian utara dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter.

“Bersamaan dengan itu juga adanya pengaruh kondisi pasang air laut maksimum di wilayah Manado yang menunjukkan peningkatan pasang maksimum harian setinggi 170-190 cm dari rata-rata tinggi muka air laut (Mean Sea Level/MSL) pada pukul 20.00-21.00 Wita,” ungkapnya.

Berdasarkan analisis gelombang diketahui, arah gelombang tegak lurus dengan garis pantai sehingga dapat memicu naiknya air ke wilayah pesisir.

“Akumulasi kondisi di atas yaitu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang menyebabkan terjadi kenaikan air laut sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di Manado,” jelasnya.

Lanjut dia, beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan. “Fenomena cuaca tersebut sebenarnya merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi terutama pada saat puncak musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selalu mewaspadai ancaman bahaya pesisir ketika fase pasang air laut berbarengan dengan gelombang tinggi,” tambah Eko.

Masyarakat juga diharapkan mengambil langkah antispatif terhadap potensi masuknya air laut ke daratan pada saat fase pasang air laut yang bersamaan dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung dan mengikuti arahan dari BNPB atau BPBD setempat,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending