Patroli Bikin Polsek Tombariri Sukses Ungkap Kasus Perkosaan dan Cabul Anak di Bawah Umur di Teling

Patroli Bikin Polsek Tombariri Sukses Ungkap Kasus Perkosaan dan Cabul Anak di Bawah Umur di Teling

KlikTOMOHON – Kasus persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur kembali diterima Kepolisian Sektor (Polsek) Tombariri, pada Jumat (21/2/2020).

Aksi persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dalam lingkup keluarga, dilaporkan dilakukan seorang kakek BS (43) kepada cucunya, sebut saja Strawbery (12).

Sebagaimana rilis Satreskrim Polsek Tombariri, aksi biadab ini baru terungkap pada Jumat (21/2/2020) kemarin, dimana ibu korban curiga terhadap perilaku anaknya yang berubah total.

Dilaporkan, Strawbery kini lebih suka melamun dan cenderung menyendiri. “Ketika diajak bercerita, si Strawbery sering merasa ketakutan, ditambah lagi prestasi di sekolahnya pun menurun jauh,” ungkap ibu korban saat Kanit Reskrim Aipda Only Yoseph mengintrogasinya.

Dibeberkan ibu korban, Strawbery memang dititipkan kepada neneknya dan pelaku, sejak duduk di bangku kelas 4 SD pada tahun 2016 lalu.

Hal itu dilakukan karena saat itu ibu korban sedang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di Kota Manado.

Sedikitpun ibu korban tidak menaruh curiga kepada pelaku. Sebab sepengetahuannya, pelaku adalah sosok orang tua yang bisa menjaga dan melindungi anaknya (Strawbery).

Dalam laporan kepolisian, diketahui aksi tersebut terjadi pada tahun 2017 lalu, di rumah pelaku di Desa Teling Kecamatan Tombariri, Minahasa. Saat itu, korban masih berumur 10 tahun dan duduk di bangku kelas 5 SD.

Saat itu, korban baru saja pulang dari sekolah dan tertidur di dalam kamarnya. Kemudian, datang pelaku yang baru saja pulang dari kebun. Pelaku langsung menghampiri korban di dalam kamar tidurnya, lalu membangunkan korban dan membujuk korban dengan uang.

“Korban akan diberikan sejumlah uang jika mau menuruti kemauannya, yaitu berhubungan intim dengan pelaku. Yah namanya juga anak kecil, tidak mengerti apa-apa dan maksud dari pelaku.”

Baca Juga :  Ayo Ikuti Nobar Film "9 Putri Sejati" di Manado, 20 Oktober Nanti

Pada akhirnya, korban pun menuruti permintaan pelaku. Tidak berpikiran panjang, pelaku pun melancarkan aksinya hingga pelaku berhasil dengan leluasa menjebol mahkota keperawanan korban.

Setelah melampiaskan hasratnya, pelaku mengancam korban agar perbuatan ini tidak boleh diketahui oleh siapapun. Tidak sampai di situ, aksi biadap ini terus dilakukan pelaku berulang-ulang kepada korban setiap ada kesempatan.

Lebih miris lagi, perbuatan pelaku juga pernah dilakukan di dapur dan di daerah perkebunan. Setiap selesai melakukan aksinya, pelaku selalu mengancam korban untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada orang lain.

Korban pun akhirnya buka suara kepada ibunya pada Jumat (21/2/2020) kemarin. Ketika ditanya dan dibujuk ibunya, akhirnya Strawbery membeberkan semua aksi bejat sang kakek.

Di saat bersamaan, Kapolsek Tombariri Iptu James Rama bersama anggota piket jaga Polsek sedang melaksanakan patroli di daerah Desa Teling.

Mereka mendengar jeritan histeris ibu korban dari dalam rumah. Kapolsek pun bergerak cepat dan langsung menemui sang ibu, serta menanyakan apa yang terjadi.

Setelah mendengar keterangan ibu korban, Kapolsek bersama anggota langsung mencari keberadaan pelaku. Tidak perlu waktu lama, pelaku berhasil ditemukan di tempat kerjanya, dan langsung ditangkap dan dibawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan.

“Beruntung kita melaksanakan patroli dan menemukan kejadian tersebut. Bagaimana kalau keluarga dari pihak korban dan masyarakat terlebih dulu yang mendapati pelaku dan mengamuk, kemungkinan hal yang tidak diinginkan pasti akan terjadi,” ungkap Kapolsek.

“Saat ini sudah kita tahan dan masih kita mintai keterangannya,” ucap kapolsek.

(Vikni Samadi)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply