Tahun ini, Partai Golkar "Sumbangkan" Delapan Kadernya Jadi Tersangka KPK
Connect with us

Headline

Tahun ini, Partai Golkar “Sumbangkan” Delapan Kadernya Jadi Tersangka KPK

Published

on

Partai Golkar

KlikJAKARTA – Partai Golkar ternyata banyak berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tahun ini. Pasalnya, banyak politisi partai berlambang beringin ini yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga tersebut.

 

Bahkan, data yang dihimpun KlikNews menyebutkan, Partai Golkar menjadi partai yang menyumbangkan kadernya menjadi tersangka kasus korupsi, dengan jumlah terbanyak. Tercatat, sejak awal tahun hingga awal Oktober ini, ada delapan politisi Golkar yang sudah ditahan KPK.

 

1. Markus Nari

Penetapan Markus Nari sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni dugaan menghalangi penyidikan E-KTP dan kasus korupsi e-KTP, oleh KPK dilakukan Jumat (2/6/2017) lalu.

 

2. Siti Masitha Soeparno

Siti Masitha diamankan lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (29/8/2017). Masitha diduga telah menerima uang yang berkaitan dengan pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah. Total suap diduga senilai Rp5,1 miliar.

 

3. Ridwan Mukti

Pada 20 Juni 2017, KPK menangkap Ridwan Mukti dan istrinya lewat OTT, dengan barang bukti berupa sejumlah uang mata uang rupiah di dalam sebuah kardus.

 

Penangkapan terhadap Ridwan diduga karena terlibat suap fee proyek jalan di Kabupaten Rejang Lebong yang bernilai Rp37 miliar.

 

4. Iwan Rusmali

Iwan Rusmali ditangkap bersama dengan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Andi Effendi dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih, (15/9/2017).

 

Iwan Rusmali yang adalah Ketua DPRD Banjarmasin diduga suap untuk pembahasan rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal untuk PDAM di ibu kota provinsi Kalsel.

 

5. Tubagus Iman Ariyadi

Tubagus ditangkap KPK usai operasi tangkap tangan di Cilegon. Wali Kota Cilegon ini diduga menerima suap dari swasta dengan cara disembunyikan melalui dana CSR ke klub sepakbola Cilegon United FC.

 

6. Rita Widyasari

Rita menjadi tersangka terkait dugaan penerimaan gratifikasi. Dia resmi diumumkan KPK sebagai tersangka pada Selasa (26/9/2017).

 

7. Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq

Dia menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan Al-Quran dan laboratorium komputer di Kementerian Agama tahun anggaran 2011-2012 pada 27 April 2017.

 

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar ini telah divonis empat tahun penjara dan memutuskan menerima putusan tersebut.

 

8. Aditya Anugrah Moha

Politisi muda ini ditangkap Sabtu (7/10/2017) dinihari. Penangkapan tersebut diduga menyuap hakim Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara. Dia ditangkap bersama Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwandono‎.

 

(Tim)

Advertisement

Trending