Connect with us

Headline

Banyak Anggota yang Ditangkap, Parpol Darurat Narkoba

Published

on

Darurat Narkoba

KlikMANADO – Partai politik sepertinya dalam kondisi darurat narkoba. Penelusuran KlikNews, sejak Januari hingga awal September 2017 ini, anggota partai yang diamankan karena diduga mengonsumsi narkoba terhitung banyak.

 

Berikut kami informasikan siapa saja anggota partai yang pernah diciduk aparat kepolisian karena diduga menggunakan narkoba.

 

1. INWP, dari Partai Golkar Bali

I Nyoman Wirama Putra diamankan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada selasa (13/6/2017) lalu. Dia ditangkap bersama tunangannya yang berinisial LOS. Polisi menciduk mereka selepas membeli paket sabu dari pasangan bandar berinisial NYA dan LP.

 

2. SL dan RH, dari PDI Perjuangan Kepulauan Sula

SL dan RH diamankan Polda Maluku Utara, April 2016. Polda Maluku Utara mengamankan mereka setelah mengetahui bahwa seseorang sedang membawa sabu seberat 3 gram di Kapal KM Agil Pratama, yang baru saja tiba di Kepulauan Sula.

 

3. IS dan SB dari Partai Hanura Kepulauan Sula

Penangkapan terhadap IS dan SB merupakan tindak lanjut dari penyelidikan terhadap SL. Saat diperiksa, SL mengaku mengkonsumsi sabu bersama tiga sejawatnya di DPRD Kepulauan Sula, yakni RH dari PDI Perjuangan, serta IS dan SB dari Partai Hanura.

 

4. HN dari Partai Amanat Nasional

HN yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai berinisial HN, 55, diamankan Satuan Narkoba Polres Mentawai pada Senin (13/3/2017). Mereka diciduk setelah kedapatan sedang pesta narkoba di dalam mobil bernomor polisi BA 1550 QK di Kilometer 4 Tuapeijat.

 

5. IJP, dari Partai Golkar

IJP yang dikenal sebagai politikus muda Partai Golkar diciduk aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya karena diduga menggunakan narkoba. Dia ditangkap bersama dua temannya di salah satu tempat karaoke di daerah Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (14/9/2017).

 

6. MA, dari Partai Gerindra Pesawaran

MA adalah Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran. Dia ditangkap saat sedang memakai narkoba jenis sabu. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung Kompol Indra Herlianto mengungkapkan, pihaknya menangkap MA saat berada di rumahnya, Sabtu malam (9/9/2017).

 

7. EYL, dari Partai Demokrat

Aggota DPRD Sulawesi Utara ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat setelah kedapatan mengkonsumsi sabu, di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017). Barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,4 gram berhasil diamankan aparat.

 

8. AI, PDI Perjuangan

AI adalah politikus PDI Perjuangan Kudus. Dia ditangkap BNN di Kawasan Blok N 3 Puri Anjasmoro, Semarang, pada 25 Juli 2017 lalu. Dalam penggerebekan tersebut, BNN Jateng menemukan dua bungkus sabu seberat 0,9 gram.

 

9. RD, dari Partai Gerindra Pesawaran

RD ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung di Desa Penengahan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada Selasa (3/1/2017).

 

10. Yud, dari Partai Amanat Nasional Pesawaran

Yud ditangkap bersama dengan AI dan enam orang lainnya. Penangkapan tersebut disertai dengan ditemukannya barang bukti sisa klip narkoba jenis sabu dan alat hisap (bong).

 

(Tim)

Headline

Update Peta Risiko Covid-19 di Sulut Per 24 Januari 2021

Published

on

Update Peta Risiko
Peta Risiko Covid-19 Terbaru. (Sumber Foto: GTN)

KlikSULUT – Gugus Tugas Nasional Covid-19 kembali mengumumkan update perkembangan terbaru peta risiko Covid-19 secara Nasional.

Sebagaimana dirilis dalam website resmi Gugus Tugas Nasional Covid-19, khusus Sulawesi Utara ada empat kabupaten dan kota yang berkutat pada zona merah. Sisanya ada pada zona oranye.

Berikut update daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 24 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona merah jadi zona oranye

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona merah jadi zona oranye

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona merah jadi zona oranye

Kotamobagu tetap zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

Update Peta Risiko Covid-19: 7 Daerah di Sulut Zona Merah

Published

on

Konfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi. (Sumber Foto: Dok KlikNews)

KlikJAKARTA – Gugus Tugas Nasional kembali meng-update peta risiko Covid-19 per 17 Januari 2021.

Dari update tersebut diketahui ada 108 kabupaten dan kota berstatus zona merah, 347 zona oranye, 45 zona kuning, dan 14 kabupaten dan kota tidak terdampak atau tak ada kasus baru.

Untuk Sulawesi Utara, peta risiko kembali berubah. Jika sebelumnya hanya ada tiga daerah zona merah, per 17 Januari 2021 ini bertambah empat daerah. Sehingga total ada tujuh kabupaten dan kota yang berstatus risiko tinggi atau zona merah.

Berikut daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 17 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona oranye naik jadi zona merah

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona oranye naik jadi zona merah

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona oranye naik jadi zona merah

Kotamobagu dari zona oranye naik jadi zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

BMKG Jelaskan Penyebab Banjir di Pesisir Pantai Manado

Published

on

Kondisi salah satu wilayah pesisir pascakejadian hantaman air laut. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab banjir di wilayah pesisir Pantai Manado, yang terjadi pada Minggu (17/1/2021).

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, peristiwa tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia.

“Peristiwa naiknya air laut yang menyebabkan banjir terjadi di Pesisir Manado kemarin merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG,” kata Eko, Senin (18/1/2021).

Eko menjelaskan, peristiwa tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain angin kencang berkecepatan maksimum 25 Knot yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di Laut Sulawesi, Perairan utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan Laut Maluku bagian utara dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter.

“Bersamaan dengan itu juga adanya pengaruh kondisi pasang air laut maksimum di wilayah Manado yang menunjukkan peningkatan pasang maksimum harian setinggi 170-190 cm dari rata-rata tinggi muka air laut (Mean Sea Level/MSL) pada pukul 20.00-21.00 Wita,” ungkapnya.

Berdasarkan analisis gelombang diketahui, arah gelombang tegak lurus dengan garis pantai sehingga dapat memicu naiknya air ke wilayah pesisir.

“Akumulasi kondisi di atas yaitu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang menyebabkan terjadi kenaikan air laut sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di Manado,” jelasnya.

Lanjut dia, beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan. “Fenomena cuaca tersebut sebenarnya merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi terutama pada saat puncak musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selalu mewaspadai ancaman bahaya pesisir ketika fase pasang air laut berbarengan dengan gelombang tinggi,” tambah Eko.

Masyarakat juga diharapkan mengambil langkah antispatif terhadap potensi masuknya air laut ke daratan pada saat fase pasang air laut yang bersamaan dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung dan mengikuti arahan dari BNPB atau BPBD setempat,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending