KEK Pariwisata Sulut Berproses, Telan 2.192 Hektar
Connect with us

Ekobis

KEK Pariwisata Sulut Berproses, Telan 2.192 Hektar

Published

on

Pariwisata Sulut

KlikMANADO – Bukan hanya sekedar wacana, upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk terus mengembangkan sektor pariwisata di Sulut terbilang mulai menampakkan hasil.

 

Keberanian duet pemimpin Sulut Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) mendatangkan para turis asal Tiongkok tidak mudah bila sektor pariwisata di sulut tidak memiliki daya tarik tersendiri.

 

Melihat peluang sektor pariwisata yang sangat potensial untuk meraup PAD ini, ODSK pun mewacanakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Sulut.

 

Terkait hal ini, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat ditanyai sejumlah wartawan, Kamis (14/9/2017) kemarin menerangkan bahwa KEK Pariwisata saat ini tahap demi tahap sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana dan aturan yang ada.

 

“KEK Pariwisata sudah berproses dan berjalan dengan baik saat ini. Terkait penunjangnya yaitu berbentuk aplikasi sudah kami siapkan dan segera dibawa ke dewan KEK Nasional. Pastinya akan dikirim minggu depan,” ungkap Wagub sembari membandingkan dengan KEK Bitung.

 

“Rasa-rasanya saya lihat akan lebih cepat ketimbang KEK Bitung, karena sampai saat ini KEK Bitung belum keluar sertifikat,” tambah Kandouw.

 

Lebih jauh diungkapkannya, KEK Pariwisata sudah jelas, dan identifikasi lahan keseluruhannya sekira 2.192 Hektar.

 

“Selain Taman Nasional Laut Bunaken, pihak Pemprov mencari alternatif lain. Nah, spot-spot pariwisata di Likupang Minut tidak kalah hebat dengan daerah lain,” akunya.

 

Mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut ini pun mengungkapkan sesuai rencana KEK Pariwisata ini akan segera di launching.

 

“Pokoknya sesuai rencana dan arahan pak gubernur, mudah-mudahan akan di Launching bertepatan hari ulang tahun (HUT) daerah provinsi Sulut yang ke-53 tanggal 23 September ini,” tuturnya.

 

(jak)

Advertisement

Trending