Panwascam Se-Kabupaten Minut Dibekali Teknis Penanganan Pelanggaran Pemilu
Connect with us

Minut

Panwascam Se-Kabupaten Minut Dibekali Teknis Penanganan Pelanggaran Pemilu

Published

on

KlikMINUT – Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar Rapat Kerja  Teknis Penanganan Pelanggaran pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minut, Rabu 26 Agustus 2020 hingga Jumat 28 Agustus 2020.

Ketua Bawaslu Sulut Harwyn Malonda saat membawa materi terkait penanganan pelanggaran mengatakan, sebagai pengawas perlu  mengetahui teknis penanganan pelanggaran Pilkada 2020.

“Jajaran Pengawas harus siap menerima laporan dugaan pelanggaran dan bisa menangani secara teknis penangananya. Mengingat, Pilkada tahun ini pasti ada saja dugaan pelanggaran yang akan masuk ke Bawaslu,” tutur Malonda.

Lanjut Malonda, Bawaslu dan jajarannya harus siap mengawasi jalannya Pilkada agar bisa berjalan lancar dan aman.

“Lakukan pengawasan secara kerjasama yang baik, sehingga harapannya semoga pengawasan yang kita lakukan bisa menjadi cerita baik dikemudian hari,” tegas Malonda.

Sejumlah pemateri juga turut memberikan dorongan kuat terkait pengawasan Pilkada, termasuk pimpinan Bawaslu Sulut dan tiga pimpinan Bawaslu Minut yakni Ketua Simon Awuy, Komisioner Rahman Ismail, dan Komisioner Rocky Ambar.

Di hari terakhir kegiatan, Jumat 27 Agustus 2020, sebanyak 131 Pengawas Desa dan Kelurahan (PKD), juga mendapat bimbingan terkait pengawasan dan penanganan pelanggaran Pilkada.

Komisioner Bawaslu Minut Rahman Ismail saat memberikan materi terkait jumlah pemilih yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat.

“Tolong dipahami bapak/ibu soal mereka yang tidak memenuhi syarat, minta by name by adres, kita harus pastikan hak pilih warga negara ini terjamin. Perhatikan nama-nama double, saya dan dua rekan saya tidak tolerir soal data-data, terlebih soal menyajikan data gelondongan,” ungkap Ismail bersama Ketua Simon Awuy dan Rocky Ambar.

Sebelum menutup kegiatan, Komisioner Rocky Ambar meminta kepada Panwascam agar memberikan pengetahuan jenis-jenis pelanggaran kepada PKD.

“Kalian harus membekali PKD, agar mereka juga mampu mendeteksi setiap pelanggaran yang ada, agar mereka tahu termasuk pelanggaran itu masuk dalam kategori apa. Sehingga, jika ada pertemuan dengan mereka kita tidak lagi menjelaskan yang teknis-teknis lagi,” tutup Ambar.

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending