Connect with us

Headline

Pangab Amerika Minta Maaf Atas Insiden Jenderal Gatot

Published

on

Jenderal Gatot

KlikJAKARTA – Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Amerika Serikat (USA) Jenderal Joseph F Dunford telah meminta maaf atas insiden yang dialami Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

 

Hal itu diungkapkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melalui akun twitter pribadinya, @PanglimaGatot, Kamis (26/10/2017), sekira pukul 05.30 WIB.

 

Pantauan KlikNews, Jenderal Gatot men-tweet sebanyak dua kali terkait persoalan ini. Dalam dua kali cuitan itu juga diketahui, Panglima TNI sudah menyampaikan kepada Jenderal Joseph bahwa masalah itu sudah diserahkannya kepada Presiden RI Joko Widodo.

 

https://twitter.com/PanglimaGatot/status/923296704929005568

https://twitter.com/PanglimaGatot/status/923296982373773312

 

Sebelumnya, dikutip dari Republika, Panglima TNI mengaku kecewa atas insiden penolakan terhadapnya, saat akan memenuhi undangan Pangab USA, pada acara Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations di Washington, Sabtu (21/10/2017) lalu.

 

Dia pun mengakui bahwa dirinya dan Jenderal Joseph memiliki kedekatan dan bersahabat. “Kalau dikatakan saya kecewa, saya kecewa. Kenapa saya kecewa? Karena saya bersahabat dengan Jenderal Dunford,” katanya.

 

Gatot menceritakan, sebelumnya pada saat berkunjung ke AS, dia sempat bertemu dengan Jenderal Joseph di kediamannya. Mereka pun bahkan sempat makan bersama.

 

“Pada saat saya ke sana, saya coffee morning di rumahnya yang asri, malamnya diajak dinner yang enak. Yang lebih luar biasa lagi dinyanyikan lagi Bengawan Solo. Yang menyanyikan prajurit Amerika. Ya saya ke sana kan mau ketemu juga sama beliau. Gak terjadi ya,” kata dia.

 

Dia mengatakan, setelah mendapatkan informasi larangan masuk AS, Gatot langsung melaporkannya ke Presiden, Menkopolhukam, serta Menteri Luar Negeri.

 

“Ya sudah tidak usah berangkat. Mau berangkat gimana. Sudah lapor ke Menkopolhukam ke Menlu, siap saya laporkan. Kan lapornya ke Presiden dulu baru ke Menkopolhukam dan Menlu. Dan sudah ditangani oleh Menlu,” ujarnya.

 

Sebagaimana diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat. Penolakan ini sebelumnya telah disampaikan Emirates, maskapai penerbangan yang akan membawa Gatot bersama rombongan ke Amerika Serikat.

 

Rencana keberangkatan Gatot itu dalam rangka memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Dunford, Jr. dalam acara Chiefs of Defence conference on country VEOs di Washington pada 23-24 Oktober lalu.

 

(Tim)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Headline

Update Peta Risiko Covid-19 di Sulut Per 24 Januari 2021

Published

on

Update Peta Risiko
Peta Risiko Covid-19 Terbaru. (Sumber Foto: GTN)

KlikSULUT – Gugus Tugas Nasional Covid-19 kembali mengumumkan update perkembangan terbaru peta risiko Covid-19 secara Nasional.

Sebagaimana dirilis dalam website resmi Gugus Tugas Nasional Covid-19, khusus Sulawesi Utara ada empat kabupaten dan kota yang berkutat pada zona merah. Sisanya ada pada zona oranye.

Berikut update daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 24 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona merah jadi zona oranye

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona merah jadi zona oranye

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona merah jadi zona oranye

Kotamobagu tetap zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

Update Peta Risiko Covid-19: 7 Daerah di Sulut Zona Merah

Published

on

Konfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi. (Sumber Foto: Dok KlikNews)

KlikJAKARTA – Gugus Tugas Nasional kembali meng-update peta risiko Covid-19 per 17 Januari 2021.

Dari update tersebut diketahui ada 108 kabupaten dan kota berstatus zona merah, 347 zona oranye, 45 zona kuning, dan 14 kabupaten dan kota tidak terdampak atau tak ada kasus baru.

Untuk Sulawesi Utara, peta risiko kembali berubah. Jika sebelumnya hanya ada tiga daerah zona merah, per 17 Januari 2021 ini bertambah empat daerah. Sehingga total ada tujuh kabupaten dan kota yang berstatus risiko tinggi atau zona merah.

Berikut daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 17 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona oranye naik jadi zona merah

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona oranye naik jadi zona merah

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona oranye naik jadi zona merah

Kotamobagu dari zona oranye naik jadi zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

BMKG Jelaskan Penyebab Banjir di Pesisir Pantai Manado

Published

on

Kondisi salah satu wilayah pesisir pascakejadian hantaman air laut. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab banjir di wilayah pesisir Pantai Manado, yang terjadi pada Minggu (17/1/2021).

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, peristiwa tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia.

“Peristiwa naiknya air laut yang menyebabkan banjir terjadi di Pesisir Manado kemarin merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG,” kata Eko, Senin (18/1/2021).

Eko menjelaskan, peristiwa tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain angin kencang berkecepatan maksimum 25 Knot yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di Laut Sulawesi, Perairan utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan Laut Maluku bagian utara dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter.

“Bersamaan dengan itu juga adanya pengaruh kondisi pasang air laut maksimum di wilayah Manado yang menunjukkan peningkatan pasang maksimum harian setinggi 170-190 cm dari rata-rata tinggi muka air laut (Mean Sea Level/MSL) pada pukul 20.00-21.00 Wita,” ungkapnya.

Berdasarkan analisis gelombang diketahui, arah gelombang tegak lurus dengan garis pantai sehingga dapat memicu naiknya air ke wilayah pesisir.

“Akumulasi kondisi di atas yaitu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang menyebabkan terjadi kenaikan air laut sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di Manado,” jelasnya.

Lanjut dia, beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan. “Fenomena cuaca tersebut sebenarnya merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi terutama pada saat puncak musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selalu mewaspadai ancaman bahaya pesisir ketika fase pasang air laut berbarengan dengan gelombang tinggi,” tambah Eko.

Masyarakat juga diharapkan mengambil langkah antispatif terhadap potensi masuknya air laut ke daratan pada saat fase pasang air laut yang bersamaan dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung dan mengikuti arahan dari BNPB atau BPBD setempat,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending