Pancasila Sakti. Ini Buktinya!!
Connect with us

Headline

Berkali-kali Dirongrong, Pancasila Tetap Sakti

Published

on

Pancasila

KlikJAKARTA – Pancasila disebut menjadi ideologi dan dasar negara yang sangat kuat bagi Indonesia. Hal itu bukan tanpa alasan. Berkali-kali Pancasila dirongrong, namun selalu gagal.

 

Rongrongan yang dilakukan sejumlah pihak dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pemberontakan, upaya mengganti dasar negara, dan ancaman disintegrasi.

 

Hal itu pun masuk dalam sejarah Indonesia. Berikut sejumlah peristiwa yang coba dilakukan pihak-pihak tertentu untuk merobohkan Pancasila.

 

Peristiwa pertama yang tercatat sejarah terjadi pada tahun 1947. Pada tahun ini, Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia (DI-TII) melakukan pemberontakan di Jawa Barat.

 

Berikutnya adalah pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dilakukan di Madiun, pada tahun 1948, tepatnya 18 September 1948.

 

Saat itu, PKI menuju ke arah timur dan menguasai Kota Madiun, Jawa Timur. Pada hari itu juga PKI memproklamasikan berdirinya “Republik Soviet Indonesia”.

[irp posts=”1824″ name=”Soal Film G30S PKI, Ini Kata Mendagri”]

 

Pemberontakan ini membuat Gubernur Jawa Timur RM Suryo, dokter pro-kemerdekaan Moewardi, serta beberapa petugas polisi dan tokoh agama tewas. Beruntung pemerintah cepat bertindak.

 

Pada tahun 1950, upaya merongrong Pancasila kembali dilakukan. Bahkan kali ini, pemberontakan terjadi dimana-mana, dan banyak dipelopori DI-TII.

 

Dalam sejarah pemberontakan DI-TII pada tahun 1950 dilakukan di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Pemberontakan juga dilakukan Andi Azis untuk mempertahankan Negara Indonesia Timur.

 

Pada tahun yang sama, Angkatan Perang Ratu Adil melakukan Pemberontakan untuk mempertahankan Negara Pasundan di Bandung. Ada juga pemberontakan Republik Maluku Selatan di Ambon.

 

Pada tahun 1953, DI-TII kembali melakukan pemberontakan. Kali ini dilakukan kelompok tersebut di Aceh.

 

Upaya disintegrasi juga dilakukan pada tahun 1958. Pada saat itu, dua wilayah bergejolak. Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) memberontak di Sumatera, sedangkan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) melakukan pemberontakan di Sulawesi.

 

Terakhir terjadi pada tahun 1965. Yaitu Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) yang dilakukan di Jakarta dan Jawa Tengah.

 

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa rakyat Indonesia selalu berhasil mengatasi rongrongan. Sebab, rakyat tetap berpegang teguh pada Pancasila.

 

Keberhasilan ini tidak boleh membuat rakyat lengah. Masih banyak tantangan dan ancaman yang harus dihadapi.

 

(Ayi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending