Ormas Pemuda Keagamaan Sulut Sepakat Dorong Stabilitas Keamanan Pemilu 2019
Connect with us

Humaniora

Ormas Pemuda Keagamaan Sulut Sepakat Dorong Stabilitas Keamanan Pemilu 2019

Published

on

KlikMANADO – Ormas Kristen Laskar Benteng Indonesia dan Banser Kota Manado menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Miracle, Paal Dua, Kamis (13/12/2018).

 

FGD yang diikuti ormas keagamaan dan kepemudaan di Sulawesi Utara (Sulut) itu bertema “Meningkatkan Toleransi Beragam dan Kerukunan Umat Beragama dalam Menjaga Stabilitas Keamanan pada Pelaksanaan Pileg dan Pilpres Tahun 2019”.

 

Terpantau, dalam diskusi tersebut para tokoh pemuda keagamaan di Sulut bersepakat untuk mendorong stabilitas keamanan pelaksanaan Pemilihan Umum 2019.

 

Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI) Pdt Hanny Pantouw mengatakan, toleransi di negeri sudah final dan mengikat. Sebab, sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir berkat persatuan dan perjuangan tokoh-tokoh dari seluruh agama di Indonesia.

 

“Sehingga kita generasi penerus harus sadar dan melanjutkan cita-cita persatuan dan persaudaraan yang telah diciptakan founding fathers kita,” ungkapnya.

 

“Apalagi jelang momentum pesta demokrasi 2019 mendatang, sebagai pelopor dan garda terdepan bangsa ini, pemuda wajib memberikan edukasi terhadap masyarakat dalam menciptakan pemilu yang aman dan adil,” tegas Pantouw.

 

Sementara itu, perwakilan Pengurus Muhammadiyah Kota Manado Sahlan Podungge menuturkan, toleransi di Sulawesi Utara sudah terbentuk sejak dulu.

 

Dia pun mengaku memiliki keluarga beragama Kristen dan Katolik. “Sudah menjadi tradisi setiap kali perayaan hari besar keagamaan, saling merayakan dengan penuh rasa persaudaraan dan keharmonisan,” tuturnya.

 

“Saya menyarankan agar dari diskusi ini melahirkan satu rekomendasi pemuda, untuk sama-sama kita mendorong menciptakan keamanan jelang Pileg dan Pilpres,” sambungnya.

 

“Tidak menutup kemungkinan akan ditunggangi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk merongrong pileg ini dengan isu-isu perpecahan. Perlu pernyataan sikap bersama dari semua komponen dan itu harus dikawal sampai ke level akar rumput,” tegasnya.

 

Diketahui, kegiatan ini dihadiri perwakilan organisasi kemahasiswaan, kepemudaan baik dari Muslim dan Kristen, serta dari penyelenggara pemilu.

 

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending