Organda Manado Pastikan Demo Tetap Berlanjut
Connect with us

Humaniora

Organda Manado Pastikan Demo Tetap Berlanjut

Published

on

Organda

KlikMANADO – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Manado memastikan, demonstrasi sopir angkot menuntut agar transportasi online ditutup, masih akan berlanjut selama tiga hari ke depan.

 

Hal itu ditegaskan Ketua DPC Organda Manado Kaloh Moleong kepada sejumlah wartawan, di sela-sela demonstrasi di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin (23/10/2017) siang tadi.

 

Dia menjelaskan, demonstrasi yang digelar berhari-hari dilakukan untuk menuntut keadilan, sehingga pemerintah bisa lebih bijaksana lagi dalam melihat aspirasi para sopir angkot. “Bahwa pengusaha dan sopir angkot sudah susah pendapatannya akibat adanya taksi online, terangnya.

 

Menurut dia, taksi online dianggap liar. “Kami sebagai organda, dimana ada angkutan yang liar, pasti kami akan tabrak. Maksudnya, kami minta taksi online untuk dihapuskan oleh pemerintah,” tegasnya.

 

“Kalau sudah ada aturan atau regulasi yang mengatur, baru dibuka. Selama ini kan belum ada aturan yang mengatur. Nanti per 1 November baru akan ada aturan yang mengatur taksi online atau angkutan di luar trayek,” sambungnya.

 

Dia berpendapat, sebelum 1 November 2017, sopir dan pengusaha di Sulawesi Utara menuntut agar taksi online ditutup sementara. “Demo ini sudah dua kali. Kami pertanyakan kenapa Pak Gubernur dan Wakil Gubernur tidak bijak melihat masalah ini,” ketusnya.

 

“Seharusnya dengan adanya demo damai sopir dan pengusaha angkot, tolonglah Pak Gubernur dan atau Wakil Gubernur yang adalah pilihan rakyat untuk melihat hal ini. Cara bagaimana, karena ini sudah terjadi pembiaran kepada kami para sopir dan pengusaha angkot,” tandasnya.

 

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengemudi Indonesia Sulut Terry Umboh menegaskan, aplikasi taksi online harus ditutup.

 

“Pemerintah provinsi bekerja sama dengan Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) harus mencabut atau menutup aplikasi taksi online ini,” tegasnya.

 

Umboh mengatakan, beroperasinya taksi online di Kota Manado berdampak pada berkurangnya pendapatan sopir angkot. “Tak hanya itu, arus lalu lintas perkotaan menjadi macet karena semakin banyaknya kendaraan berbasis online,” ujarnya.

 

[irp posts=”2496″ name=”Hari ini, Sopir Angkot Manado Demo Transportasi Online”]

 

“Kami berharap pemerintah provinsi tidak memberikan izin kepada kendaraan yang berbasis online beroperasi, apalagi hingga saat ini pemerintah provinsi belum mengeluarkan izin resmi,” ucapnya.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending