Oraski Tolak Wacana Pemerintah Soal Perusahaan Aplikasi
Connect with us

Headline

Oraski Tolak Wacana Pemerintah Soal Perusahaan Aplikasi

Published

on

KlikJAKARTA – Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) menolak dengan tegas wacana pemerintah mengubah bentuk perusahaan aplikasi menjadi perusahaan jasa angkutan umum atau penyelenggara angkutan umum.

 

Penolakan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Oraski Fahmi Maharaja, Jumat (30/3/2018). Menurut dia, wacana tersebut bukan tuntutan driver online.

 

Dia menjelaskan, perubahan tersebut nantinya sama artinya dengan membiarkan perusahaan aplikasi memonopoli transportasi di sektor online. “Jadi Oraski juga menolak untuk menjadikan perusahaan aplikasi sebagai perusahaan jasa angkutan umum,” tegasnya.

 

“Kami menolak perusahaan aplikasi dijadikan perusahaan angkutan umum karena itu akan merubah konsep dasarnya, ride sharing, dan akan menciptakan konsep korporasi yang menghilangkan peran rakyat secara langsung sebagai individu pelaku usaha. Konsep ekonomi kerakyatan tidak akan tercapai sebagaimana amanah UUD 45 pasal 33 dan nawacita presiden jokowi nomor 6 dan 7,” terangnya.

 

“Ini juga akan membuat biaya operasi yang sangat tinggi yang pada akhirnya tidak bisa lagi memberikan akses transportasi murah dan terjangkau pada rakyat. Konsep kemitraan antara aplikator dan operator harus tetap di pertahankan dan sudah ideal untuk mendukung ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

 

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com, pemerintah membuat wacana agar perusahaan aplikasi transportasi online untuk berubah bentuk menjadi perusahaan jasa angkutan umum.

 

“Aplikator itu nantinya dijadikan sebagai perusahaan jasa angkutan umum, di samping adalah aplikator juga,” ujar Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

 

Perubahan itu, lanjut Moeldoko, adalah salah satu solusi persoalan di dunia transportasi online saat ini. Namun yang paling penting, perubahan tersebut memberikan kepastian kepada kesejahteraan pengemudi.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending