Connect with us

Ekobis

OJK Hentikan VTube Karena Dinilai Bodong

Published

on

VTube

KlikSULUT – Satgas Waspada Investasi mengambil sikap tegas terhadap 99 investasi bodong di Indonesia. Salah satunya adalah bisnis VTube yang dikendalikan PT Future View Tech.

Humas OJK Sulutgomalut dalam siaran pers nomor SP-06/SWI/VII/2020 mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menghentikan VTube karena tidak memiliki izin di Indonesia dan dinyatakan ilegal sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

Di Sulawesi Utara (Sulut) sendiri penawaran VTube semakin masif, sehingga masyarakat diminta untuk berhati-hati, tidak mudah tergiur penawaran yang berpotensi merugikan.

Silakan baca: Daftar 99 Investasi Bodong yang dihentikan OJK

(Sahril Kadir)

Continue Reading
4 Comments

4 Comments

  1. cerita sukses

    18/08/2020 at 10:57 AM

    sudah ku tebak ini vtube tidak jelas

  2. Purnomo sidi yuliarso

    29/10/2020 at 11:21 PM

    OJK tidak tegas kalau memang VTUBE itu bisnis ilegal tutup sekalian aplikasi VTUBEnya agar tidak di unduh oleh masyarakat luas, jangan nanti sudah meluas beredar ke semua masyarakat dan masyarakat merasa/banyak yg tertipu baru bertindak. Lembaga macam apa model seperti itu. Mohon jadi perhatian untuk masalah bisnis vtube ini, karena bisnis vtube smakin meluas di indonesia. Apa tidak ada tindakan tegas kalau memang vtube ilegal.

    • c.siregar

      24/11/2020 at 5:50 PM

      jika vtube jujur, utk perpanjangan/ naik jenjang stlh 40 hari, kenapa hrs pake uang? dan ditetapkan minimal 100$, sedangkan hasil yang didapat selama 40 hari x 0,3 $ hanya 12$. Aneh dan mencurigakan….

  3. Mujarab

    14/11/2020 at 8:50 PM

    Klo memang ilegal ditutup saja jgn mencla mencle, klo nantinya ga bener malah ojk yg blunder

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekobis

Jelang Ramadan, KKSS Mapanget Gelar Pasar Murah

Published

on

Pasar Murah KKSS Mapanget

KlikMANADO – BPC KKSS Mapanget menggelar Pasar Murah, di Perumahan Griya Paniki Indah (GPI), pada Senin (12/4/2021).

Menurut Ketua BPC KKSS Mapanget Herianto, kegiatan tersebut digelar untuk menyambut Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

“Kegiatan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah Mapanget dan sekitarnya,” ujarnya, pada Senin (12/4/2021).

Kata dia, lewat Pasar Murah tersebut masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok selama Bulan Ramadan, dengan harga terjangkau.

Lanjut dia, kegiatan ini akan berlangsung secara kontinyu selama 14 hari. “Nantinya lokasinya akan berpindah-pindah di beberapa wilayah pemukiman warga setiap dua hari,” ungkapnya.

Dengan berpindah-pindah lokasi, ungkap Herianto, Pasar Murah bisa dijangkau masyarakat luas. “Seluruh lapisan masyarakat bisa menjangkaunya,” terangnya.

Sekadar informasi, kegiatan ini menjual bahan pokok berupa beras, telur, minyak goreng, dengan harga terjangkau.

Untuk edisi perdana, kegiatan digelar di Jalan Dahlia Utama GPI, dan dikoordinir langsung oleh Arfan, Wakil Ketua Departemen Pengembangan Usaha.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Ekobis

Sarana Digitalgold Indonesia, Bantu Pebisnis Berbisnis Emas Digital

Published

on

Sarana Digitalgold Indonesia

KlikSULUT – Minat pebisnis untuk berbisnis emas digital lewat PT Sarana Digitalgold Indonesia sangat tinggi. Buktinya, sejak memperkenalkan konsep e-commerce, perusahaan ini sudah dilamar ribuan pelaku bisnis emas di berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Chief Marketing Officer PT Sarana Digitalgold Indonesia Benny Rompas, saat soft launching PT Sarana Digitalgold Indonesia yang digelar di Ibis Hotel Manado, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Rompas, keberadaan PT Sarana Digitalgold Indonesia akan sangat membantu para pegiat bisnis emas di era digital ini.

Sebab, pada era digital ini emas yang sebelumnya hanya dikenal di Indonesia dengan transaksi jual beli secara langsung, kini membuat revolusi dengan merambah dunia e-commerce.

“Ada perbedaan fundamental dengan konsep bisnis uang digital yang selama ini telah dikenal secara luas. Kalau dalam emas digital, fisik emasnya benar-benar ada dan bisa diambil kapan saja, namun transaksi yang melibatkan ekosistem perdagangan dilakukan secara digital,” ujar Benny.

Ekosistem perdagangan emas, kata dia, yang mencakup tambang (rakyat/kota), pabrik/pemurnian, toko/gallery, konsumen/investasi, hingga jual-gadai di toko/pegadaian yang sebelumnya berjalan secara konvensional banyak kelemahannya.

“Misalnya saja soal perubahan harga yang bisa menyusut atau melambung kapan saja yang dipengaruhi tren harga emas dunia,” terangnya.

“Dalam perdagangan yang kami perkenalkan berbasis aplikasi digital, penjual emas bisa mempertahankan harga yang diinginkan tanpa harus dipengaruhi tren harga dunia. Pada hakikatnya, emas milik penjual atau yang punya barang sehingga pembeli harus menyesuaikan harga dalam proses tawar-menawar,” jelasnya.

Dalam bisnis e-commerce emas ini menyediakan keuntungan tak terbatas yang dikonversikan secara otomatis ke dalam satuan emas, termasuk pembagian dividen yang diperoleh langsung dari perusahaan.

“Untuk bergabung dalam bisnis ini, ibarat di dunia nyata yang harus berinventasi untuk menyediakan toko atau juga tambang untuk galian emas, di sini para pebisnis hanya diwajibkan membeli aplikasi dengan nilai 5 gram emas,” sambungnya.

Wilson Rimba, seorang peserta soft launching yang berasal dari Jakarta, mengatakan bahwa selama ini ia mencari ruang bisnis yang dapat memberikan passive income, sekalipun kebutuhan berbisnis bukan sebagai prioritasnya.

“Saya sebenarnya cukup makan tidur saja untuk menikmati masa tua dengan mengandalkan uang simpanan yang cukup. Namun ketika mendengar penjelasan tentang e-commerce yang bergerak di bisnis emas, tanpa ragu-ragu lagi saya memilih ikut terjun. Apalagi investasi awalnya cuma 5 gram,” pungkas Wilson.

(Sahril Kadir)

Continue Reading

Ekobis

Tunjang Edukasi Perdagangan Berjangka, JFX dan AEKI Berkolaborasi

Published

on

JFX

KlikJAKARTA – Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Asosiasi Eksportir & Industri Kopi Indonesia (AEKI) melakukan kolaborasi untuk menunjang perdagangan pasar fisik dan kontrak berjangka komoditi kopi.

Kolaborasi tersebut ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangka sosialisasi dan edukasi tentang perdagangan pasar fisik dan kontrak berjangka komoditi kopi, di Kantor AEKI Sumatra Utara, Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (8/4/2021).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Stephanus Paulus Lumintang dan Ketua Umum AEKI Irfan Anwar, dan disaksikan langsung Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Dalam kesempatan tersebut, Jerry Sambuaga menyatakan bahwa Pemerintah menyambut terbuka dan mendukung berbagai pihak yang berniat baik dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani kopi.

“Diharapkan penandatanganan MoU antara JFX dan AEKI dapat diimplementasikan dengan baik dan memberi manfaat yang besar bagi para pemangku kepentingan, yaitu eksportir dan industri kopi Indonesia,” ujar Wamendag Jerry.

Kepala Bappebti Sidharta Utama yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan, tingkat pertumbuhan transaksi kopi cukup signifikan.

Berdasarkan data transaksi di BBJ (JFX), hingga kuartal III 2020, volume transaksi kopi naik 63,06 persen (YoY) dengan kontribusi kopi terhadap total volume transaksi mencapai 33,4 persen.

Total transaksi kontrak komoditi di kuartal III 2020 lalu tercatat sebesar 1,24 juta lot, dengan kontrak size kopi jenis Robusta sebesar 5 ton dan Arabika sebesar 2 ton.

Dengan tingkat harga saat ini yaitu Robusta di kisaran harga Rp19.700-Rp20.800/kg dan Arabica Rp68.000-Rp71.000/kg, kopi akan tetap menarik untuk diperjualbelikan di JFX.

Sidharta juga menyampaikan, industri kopi memiliki karakteristik backward lingkage yang cukup besar. “Majunya industri ini akan mendorong berkembangnya sektor pendukung seperti perkebunan kopi, baik perkebunan kopi rakyat maupun perkebunan skala besar milik BUMN dan swasta nasional,” imbuhnya.

Dirut JFX Stephanus menjelaskan, penandatangan MoU dengan AEKI ini merupakan terobosan baru JFX sebagai perwujudan kolaborasi antara institusi dan asosiasi dalam rangka meningkatkan sosialisasi dan edukasi guna meningkatkan pemahaman, fungsi dan peran dari perdagangan berjangka khususnya kontrak komoditi kopi.  “Tentunya hal ini akan terus dikembangkan kepada asosiasi-asosiasi lain yang ada,” ujar Stephanus.

Dia menambahkan, JFX akan terus mengembangkan dan berperan aktif dalam setiap kegiatan sosialisasi dan edukasi perdagangan berjangka di Indonesia, serta terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan pasar di Indonesia.

Sementara itu, Ketua AEKI Irfan menegaskan, penandatangan MoU diharapkan mampu meningkatkan kerja sama dalam bidang sosialisasi dan edukasi untuk membangkitkan komoditi di Indonesia, khususnya kopi.

“Kopi dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk menjaga ketersediaan kopi, memanfaatkan sarana lindung nilai (hedging), dan pembentukan harga.  Selain itu juga dalam bidang edukasi untuk menciptakan pelatihan profesi kopi seperti barista,” ujarnya.

Usai penandatanganan, JFX menyerahkan beasiswa secara simbolik kepada anak-anak difabel untuk dapat bersekolah di sekolah khusus barista (peracik kopi) yang dikelola AEKI.

“Yang diharapkan dari program ini adalah agar anak-anak difabel dapat menjadi tenaga terlatih dan terampil untuk siap kerja sehingga memiliki kesempatan dalam lapangan pekerjaan di industri kopi,” ungkap Stephanus.

Pada kesempatan yang sama, para tamu dan undangan diajak untuk melihat proses pemanggangan biji kopi.

Sekilas tentang Kopi Indonesia

International Coffee Organization mencatat, tingkat konsumsi kopi di Indonesia terus tumbuh hingga mencapai 5 juta bushel (satuan 60 kg karung kopi) pada 2020. Hal itu merupakan potensi pasar yang besar dan sangat menjanjikan.

Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir kopi terbesar dunia. Setiap daerah memiliki cita rasa kopi yang berbeda tergantung letak geografisnya.

Produk kopi dari daerah Gayo, Sumatra Utara, Toraja, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur hingga Papua telah dikenal luas sejak lama di dunia internasional.

Data areal kopi nasional tahun 2018 tercatat seluas 1,23 juta hektare dengan produksi sebanyak 717,9 ribu ton. Kepemilikannya 96 persen perkebunan rakyat, sisanya sebesar 4 persen milik swasta dan PTPN.

Luas areal perkebunan kopi terbesar di Indonesia terdapat di Sumatra Selatan dengan luas 21.027 ha. Menurut data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemendag, Indonesia mengekspor 379 ribu ton dengan nilai USD 821 juta pada 2020.

(***)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending