Obat PCC Viral! 53 Orang Jadi Korban
Connect with us

Headline

Obat PCC Viral, 53 Orang Jadi Korban

Published

on

Obat PCC

KlikMANADO – Pengguna media sosial lagi-lagi dibuat heboh dengan puluhan anak usia sekolah dasar (SD) di Kendari, yang terpaksa harus dibawa lari ke rumah sakit setelah mengalami halusinasi dan tidak sadarkan diri karena mengkonsumsi obat yang bertuliskan PCC (paracetamol cafein carisoprodol).

 

Terinformasi obat itu didapatkan anak-anak dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebagaimana pantauan KlikNews, beberapa diantaranya bahkan men-tweet dinas kesehatan setempat untuk meminta informasi terkait kabar yang kini viral itu.

 

Tidak hanya itu, peringatan untuk mengawasi anaknya supaya tidak mengalami peristiwa seperti yang terjadi di Kendari, juga tersebar di media sosial WhatsApp dan facebook.

 

“dimna2 beritax tentang pcc dan mumbul banyak lge pasien RS jiwa kendari,” bunyi status pemilik akun facebook Nur Hani.

 

“Disampaikan kpd Tmn2 utk melakukan pengawasan ekstra terhadap putra putrinya..,sjk smlm sampai saat ini RSJ Kdi kedatangan pasien anak dan remaja dgn gejala yg sama : Tidak Sadarkan Diri dan Berhalusinasi.Info yg didapat dr pasien mrk telah meminum obat yg disebut PCC dan obat tsb didapatkan scr gratis oleh oknum yg mrka tdk kenal.Utk meminimalisir jatuhnya korban diharapkan kerjasama dr para org tua utk melakukan pengawasan thd putra putrinya,trima kasih..,” bunyi pesan yang tersebar itu.

 

Adapula yang menyebarnya dengan disertai video kondisi anak pascamengkonsumsi obat yang dikategorikan obat keras tersebut.

 

Di pihak lain, dikutip dari Kantor Berita Antara, saat ini Balai Laboratorium BNN bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang memeriksa kandungan di dalam obat bertulis PCC.

 

Adapun beberapa akun twitter dan facebook resmi milik beberapa kepolisian daerah (polda) turut angkat suara terkait persoalan tersebut. Mereka mengimbau para orang tua dan masyarakat agar lebih bijak menjaga anak.

 

Untuk diketahui, hingga saat ini sudah ada 53 orang anak dan remaja yang teridentifikasi menjadi korban setelah mengkonsumsi PCC. Dari jumlah itu, 50 orang diantaranya dinyatakan gangguan mental. Sedangkan sisanya meninggal dunia. Oleh sebab itu, sudah seharusnya para orang tua, guru dan masyarakat mengawasi aktivitas anaknya masing-masing.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending