200 Hari Novel Baswedan Diserang, Pegawai KPK Pakai Pita Hitam
Connect with us

Headline

200 Hari Novel Baswedan Diserang, Pegawai KPK Pakai Pita Hitam

Published

on

Novel Baswedan

KlikMANADO – Penganiayaan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi 200 hari lalu. Memperingati peristiwa tersebut, KPK melakukan doa bersama di akhir upacara peringatan sumpah pemuda, yang digelar di depan Gedung KPK, Senin (30/10/2017) hari ini.

 

Sebagaimana diungkapkan twitter resmi KPK RI, para pegawai KPK juga menggunakan pita hitam sebagai pengingat peristiwa memilukan tersebut, pada upacara yang juga diikuti Flac Jakarta, REM, SIMAK Stiami, SPAK, PIA, Gerak Hujan, dan lainnya itu.

 

Diungkapkan admin twitter resmi KPK RI, sampai saat ini pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan belum juga terungkap.

 

 

Sampai hari ini pun, Novel masih menjalani perawatan intensif dalam rangka penyembuhan matanya. “Semoga pelaku segera terungkap,” tulis admin twitter KPK, dengan menambahkan tagar #200hariNoveldiserang.

 

 

Sebagaimana diketahui, pada 11 April 2017 lalu, Novel diserang dengan menggunakan air keras oleh oknum tak dikenal usai melaksanakan Salat Subuh di dekat rumahnya, di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

 

Sketsa wajah terduga pelaku pun sudah dirilis Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, pada 2 Agustus lalu. Disebut-sebut, wajah tersebut mirip dengan orang yang pernah mendatangi rumah Novel, enam hari sebelum kejadian.

 

Sementara akibat peristiwa itu, mata Novel mengalami kerusakan sehingga harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. Untuk operasi mata tahap pertama dilakukan di Singapura pada 17 Agustus 2017.

 

Novel merupakan salah satu penyidik senior KPK. Dia menangani kasus korupsi pengadaan KTP-elektronik (E-KTP).

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending