Musim Hujan Rentan Terkena ISPA
Connect with us

Catatan Publik

Musim Hujan Rentan Terkena ISPA

Published

on

MEMASUKI musim hujan, banyak sekali penyakit yang mengintai, terutama ISPA (infeksi saluran pernafasan akut). ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas.

Saluran nafas yang diserang adalah mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah), termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Irianto,2015).

Penyakit ISPA Ini utamanya disebabkan oleh virus, seperti rhinovirus, coronavirus, parainfluensa, respiratori syncytial virus, dan adenovirus.

Mengapa ISPA paling sering menyerang saat musim hujan? Sebab, sistem kekebalan tubuh manusia sangat rentan diserang virus pada musim hujan.

Ketika batuk kering, hidung tersumbat, pilek, demam ringan dan sakit tenggorokan, maka individu itu sedang mengalami gejala terserang ISPA.

Saat musim hujan, kondisi lingkungan di sekitar dimungkinkan dalam kondisi kotor dan lembab serta terkontak dengan penderitanya, atau melalui barang-barang kepunyaannya.

Meski demikian, beberapa tindakan bisa dilakukan secara mandiri untuk meredakan gejalanya, yaitu dengan memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Bisa juga mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk membantu meredakan batuk, dan berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika mengalami sakit tenggorokan.

Menghirup uap dari semangkuk air panas yang telah dicampuri minyak kayu putih atau mentol, bisa dilakukan untuk meredakan hidung yang tersumbat.

Pun memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dengan menggunakan bantal tambahan, untuk melancarkan pernapasan.

Agar bisa terhindar dari penyakit ini, beberapa aksi harus diminimalisasi dan selalu memperhatikan hal-hal seperti rajin cuci tangan.

Mencuci tangan sangat penting dilakukan, karena virus ISPA bisa bersarang di tangan akibat kontak dengan benda asing selama seharian.

Selain itu, pastikan kalau meja dapur dan kamar mandi selalu dalam keadaan bersih. Buanglah tisu bekas dan barang bekas lainnya segera ke tempatnya (tempat sampah).

Hindari paparan, selalu batasi kontak atau jaga jarak dengan orang yang menderita demam atau pilek, agar tidak terjangkit virus tersebut.

Ketika hendak mau minum air, sebaiknya gunakan gelas pribadi atau gelas sendiri atau gelas sekali pakai saat berada di dekat orang sakit. Bila perlu berilah label cangkir untuk masing-masing orang untuk mengingatnya.

Jangan merokok, karena, paparan asap tembakau memiliki risiko lebih tinggi terkena RSV dan gejala yang berpotensi lebih parah pemicu ISPA.

Jika gejala yang dialami tidak membaik, silakan berkonsultasi dengan dokter, agar bisa diberikan obat-obatan seperti ibuprofen atau paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri otot, dan diphenhydramine dan pseudoephedrine untuk mengatasi pilek dan hidung tersumbat. Jika dokter menemukan bahwa ISPA disebabkan oleh bakteri, gunakan obat antibiotik.

Untuk itu, kebersihan lingkungan, terutama pada musim hujan, sangat penting. Jangan lupa selalu gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah terjadinya infeksi.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending