Musda KAHMI Rasa Konfercab HMI
Connect with us

Catatan Publik

Musda KAHMI Rasa Konfercab HMI

Published

on

Musda KAHMI Rasa Konfercab HMI
Penulis: Sahril Kadir

MUSDA KAHMI rasa Konfercab HMI. Itulah gambaran singkat proses Musyawarah Daerah IV Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Manado, pada Jumat (11/6/2021).

Ungkapan ini juga berkali-kali disampaikan sejumlah alumni, di sela Musda KAHMI yang dilaksanakan di Aston Hotel Manado. Berkali-kali terdengar kalimat ajakan untuk tidak menyamakan Musda dengan Konferensi Cabang (Konfercab) HMI.

Memang, sejak awal Musda kali ini diprediksi akan berlangsung alot. Sebab tak seperti Musda sebelumnya, perhelatan kali ini diramaikan dengan banyaknya calon presidium.

Apalagi, hingga event ini digelar, KAHMI belum memiliki satupun rayon. Sehingga data pasti alumni yang berhak ikut sebagai peserta penuh tak bisa diketahui pasti.

Namun siapa yang menyangka, kehebohan Musda justru tampak seperti Konfercab) HMI. Dipenuhi interupsi dan perdebatan panjang.

Tidak hanya itu, aroma politik juga sangat terasa di lokasi acara. Berkelompok-kelompok dan melancarkan lobi untuk memperebutkan suara. Untunglah secara keseluruhan, pelaksanaannya tidak memakan waktu sangat lama.

Hal ini seakan menunjukkan bahwa karakter dan ciri khas sebagai kader HMI masih kuat tertanam pada diri para alumni. Keinginan berhimpun, hingga kekuatan berdiplomasi.

Status alumni dan bertambahnya usia justru tak melemahkan karakter dan ciri khas itu. Ya, bedanya kali ini, menurut penulis, hanya pada tingkat kedewasaan mereka dalam menyikapi masalah.

Pada sisi lain, penulis menilai bahwa kondisi mirip Konfercab sengaja dimunculkan. Ya, agar musyawarah pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten atau kota ini berkesan.

Sudah pasti, para alumni tak ingin Musda hanya jadi sebuah ajang formal dengan salah satu agenda memilih presidium saja. Mereka pasti menginginkan sesuatu yang berkesan.

Apalagi jika merujuk pada periode-periode sebelumnya, informasinya hanya berlangsung biasa-biasa saja. Pemilihan ketua pun tak ramai.

Selain itu, pandangan penulis, para alumni dimungkinkan sangat rindu dengan suasana konfercab yang penuh dinamika. Sehingga mau tak men-setting sedemikian rupa agar musda alot dan ramai.

Lebih dari itu, ramainya Musda menjadi sebuah tantangan berat bagi Presidium terpilih. Bahwa kehebohan KAHMI Kota Manado kali ini tidak hanya akan terjadi saat Musda saja.

Keramaian Musda harus jadi langkah awal menghidupkan kembali KAHMI Kota Manado. Sehingga nantinya benar-benar mampu turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Bukan sekadar menunjukkan eksistensinya saja. Semoga.

(***)

Penulis adalah Alumni HMI STAIN-IAIN Manado

Advertisement

Trending