Motif Penembakan Las Vegas Belum Jelas, Pelaku Termasuk Miliuner
Connect with us

Headline

Motif Penembakan Las Vegas Belum Jelas, Pelaku Termasuk Miliuner

Published

on

Motif Penembakan

KlikINTERNASIONAL – Motif penembakan Las Vegas, Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat, yang menyebabkan 59 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka, hingga saat ini belum diketahui.

 

Namun, aparat berwenang telah menemukan hal yang tidak wajar untuk dikaitkan antara kehidupan Paddock, pelaku penembakan yang berusia 64 tahun ini, dan penembakan tersebut.

 

Paddock diketahui memiliki uang yang sangat banyak. Memiliki dua pesawat dan lisensi pilot, beberapa rumah di empat negara bagian, dan ikut bermain judi di kasino dengan menghabiskan uang puluhan ribu dolar.

 

Saudaranya mengatakan bahwa Stephen Paddock menghasilkan 2 juta dolar ketika keduanya menjual bisnis real estat mereka beberapa tahun yang lalu. Dan tepat sebelum pembantaian tersebut, dia mengirim 100.000 dolar kepada pacarnya, Marilou Danley, di Filipina.

 

Selain itu, dikutip dari Money, koleksi senjata dan amunisi yang digunakan untuk melakukan penembakan diperkirakan menghabiskan uang ratusan ribu dolar.

 

Tiga hari sebelum pembantaian tersebut, Paddock check in ke sebuah suite dua kamar di lantai 32 Resor Mandalay yang biasanya berharga 400 sampai 500 dolar per malam.

 

Saat check in itu, dia membawa sedikitnya 10 koper, dan belakangan diketahui di dalamnya ada persediaan persenjataan dan peralatan yang mencakup 23 senjata api, komputer, dan kamera video.

 

Tidak hanya itu, Paddock, oleh sebagian peneliti, memiliki sejumlah perbedaan karakter dengan penembak massal lainnya di Amerika Serikat.

 

Diantaranya, dia lebih tua dari penembak massal lainnya, yang rata-rata berusia 35 tahun, dan sebagian besar penembak jitu Amerika berusia antara 20 dan 49 tahun.

 

Sebelumnya, Marilou Danley, pacar Paddock, mengaku melakukan perjalanan ke Filipina setelah Paddock membelikannya tiket untuk mengunjungi keluarga yang ada di sana. Dia pun menerima uang dari Paddock lewat transfer bank.

 

Dia mengungkapkan, uang tersebut diberikan Paddock untuk membantu membeli rumah bagi Danley dan keluarganya. “Tidak pernah terpikir oleh saya dengan cara apa pun bahwa dia merencanakan kekerasan terhadap siapa pun,” tuturnya.

 

Dia pun berjanji akan bekerja sama dengan pihak berwenang yang sedang berjuang menyelidiki kasus penembakan yang paling mengerikan dalam sejarah Amerika Serikat.

 

“Saya mengenal Stephen Paddock sebagai orang baik hati, perhatian, pendiam,” ucap Danley.

 

(Tim)

Advertisement

Trending