Mogadishu Diguncang Bom, 276 Orang Tewas
Connect with us

Headline

Mogadishu Diguncang Bom, 276 Orang Tewas

Published

on

Mogadishu

KlikINTERNASIONAL – Ibu Kota Somalia, Mogadishu, diguncang dua bom berkekuatan besar pada Sabtu (14/10/2017) siang waktu setempat, yang mengakibatkan 276 orang tewas dan 200 orang lainnya luka parah.

 

Menurut sejumlah pejabat, serangan bom itu disebut-sebut paling mematikan yang pernah terjadi di negara ujung Afrika tersebut, kata beberapa pejabat.

 

Bahkan, Menteri Informasi Somalia Abdirahman Osman mengungkapkan, serangan yang mengakibatkan ratusan orang tewas dan gedung-gedung hancur itu merupakan serangan kaum “barbar”.

 

Serangan itu juga seperti telah menghancurkan harapan pemulihan di sebuah negara miskin yang rapuh akibat konflik puluhan tahun, dan menimbulkan kembali keraguan tentang kemampuan pemerintah untuk mengamankan kota berpenduduk lebih dari 2 juta orang.

 

Pemerintah Somalia berpendapat bencana nasional itu dilakukan kelompok ekstremis Al Shabaab yang disebut terkait dengan Al Qaida. Namun, hingga saat ini, kelompok ekstremis Islam belum memberikan komentar.

“Mereka menargetkan wilayah terpadat di Mogadishu, hanya membunuh warga sipil. Mereka tidak peduli dengan kehidupan orang Somalia, ibu, ayah dan anak-anak,” kata Perdana Menteri Hassan Ali Khaire.

 

Serangan di Mogadishu disebut menjadi satu serangan paling mematikan yang pernah terjadi di sub-Sahara Afrika, atau lebih mematikan daripada serangan Universitas Garissa di Kenya pada tahun 2015, dan pemboman Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998.

 

Sebagaimana dikutip dari ABC Online, ledakan di Mogadishu terjadi dua kali pada hari yang sama. Ledakan pertama terjadi dengan menggunakan sebuah bom truk besar yang merobek jantung kawasan K5 Junction. Sedangkan bom kedua meledak dua jam kemudian di distrik Madinah.

 

Sehari setelah ledakan, sirene ambulans bergema di seluruh kota. Banyak keluarga yang berkeliaran di reruntuhan bangunan untuk mencari sanak saudara yang hilang.

 

Data awal yang dikeluarkan pihak berkompeten setempat, korban tewas sebanyak 22 orang, dan dikhawatirkan akan terus meningkat.

 

Sementara para dokter di rumah sakit Mogadishu terus berjuang membantu korban luka parah akibat terbakar sehingga sulit dikenali.

 

“Ini benar-benar menghebohkan, tidak seperti waktu lain di masa lalu,” kata Dr Mohamed Yusuf, direktur rumah sakit Madinah.

 

Adapun Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed telah mengumumkan tiga hari masa berkabung di negara tersebut. “Saya meminta semua orang Somalia untuk maju dan menyumbangkan darah,” kata Presiden.

 

Dalam sebuah tweet, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dia “muak” dengan serangan tersebut. Juru bicaranya pun mendesak semua orang Somalia untuk bersatu melawan ekstremisme dan bekerja sama membangun “fungsional” negara federal.

 

(Tim)

Advertisement

Trending