MK Tolak Legalkan Ojek Online, Ini Tanggapan ADO - Klik News
Connect with us

Headline

MK Tolak Legalkan Ojek Online, Ini Tanggapan ADO

Published

on

Ojek Online

KlikSULUT – Upaya belasan pengojek online agar ojek online dilegalkan, dengan menggugat UU LLAJ lewat jalur Mahkamah Konstitusi (MK) harus kandas.

 

MK menolak untuk melegalkan ojek online sebagai alat transportasi umum, seperti dikutip dari website resmi MK, Kamis (28/6/2018). “Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” demikian putus MK.

 

Vonis itu diketok dengan suara bulat oleh Majelis yang terdiri dari Anwar Usman, Aswanto, Arief Hidayat, Wahiduddin Adams, Suhartoyo, Maria Farida Indrati, Manahan Sitompul, I Dewa Gede Palguna, dan Saldi Isra.

 

Gugatan itu ditolak dengan pertimbangan bahwa kendaraan umum harus aman, rekayasa sosial berkendara, sepeda motor bukan kendaraan umum, ojek online berbeda dengan taksi online, dan ojek online bukan permasalahan konstitusi.

 

Lantas bagaimana tanggapan Asosiasi Driver Online (ADO)? Melalui KlikNews, pada Jumat (29/6/2018, Ketua DPP ADO Christiansen Wagey memberikan tanggapannya.

 

“ADO sangat menyayangkan keputusan tersebut, terlebih lagi karena salah satu pertimbangan MK bahwa roda 2 tidak perlu dilegalkan melalui UU melihat dari keberadaan ojek pangkalan,” ketusnya.

 

“Seharusnya dapat melihat lebih luas karena ojek online sudah menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memilih transportasi umum dan jumlahnya jutaan,” ungkapnya.

 

“Oleh sebab itu, dalam beroperasional sangat membutuhkan kepastian hukum untuk melindungi profesi ojek online dan perlindungan dari pihak aplikator,” sambungnya.

 

“Semoga keputusan ini tidak mempengaruhi Komisi V DPR RI yang sudah menyusun naskah akademik untuk memasukkan kendaraan roda 2 sebagai angkutan umum di dalam UU LLAJ,” tandasnya.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending