Watu Pinawetengan, Identik Mistik Religius
Connect with us

Humaniora

Watu Pinawetengan, Identik Mistik Religius

Published

on

KlikMINAHASA – Watu Pinawetengan merupakan cagar budaya yang disahkan lewat Undang-undang Nomor 5 tahun 1992. Tidak hanya jadi lokasi wisata, batu berukuran besar ini juga tidak lepas dari mistik religius.

 

Makanya tidak jarang beberapa kelompok orang sering mengunjungi lokasi tersebut secara rutin pada waktu-waktu tertentu. Namun, menurut Juru Kunci Watu Pinawetengan Ari Ratumbanua, kelompok-kelompok tersebut pada dasarnya memiliki hasrat yang sama mengembangkan kebudayaan asli Minahasa.

 

Bahkan beberapa orang di antaranya, melakukan ritual khusus setiap 3 Januari untuk melakukan ziarah. Selain itu, setiap 7 Juli, tempat ini jadi lokasi pertunjukan seni dan budaya Minahasa. Makanya, di ujung atas batu ini banyak ditemukan bekas-bekas rokok yang masih menyala.

 

Ari mengatakan, rokok-rokok itu dipasang oleh warga yang datang berkunjung. Puntungnya dikeluarkan dan dibiarkan habis begitu saja. Di tempat ini pula sering didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berziarah dan mengajukan permohonan dengan ritual-ritual tertentu.

 

“Mereka yang kemari biasanya punya permohonan masing-masing dan batu ini dipakai sebagai sarana untuk mendekat pada Sang Pencipta,” ujar Ari.

 

Dia mengakui, seperti kisah turis dari Belanda, Jacob Rygeesberg, yang datang ke batu ini dalam keadaan lumpuh dan bertongkat. Dia bertekad setelah melihat batu ini, maka ia akan berjalan.

 

“Memang saat itu, perlahan dia melempar tongkatnya dan berjalan tertatih hingga akhirnya benar-benar berjalan normal,” kata pria yang menetap di samping bangunan Watu Pinawetengan.

 

Kejadian aneh juga sering terjadi di lokasi ini. Di antaranya, ada orang yang terlempar keluar area, mobil berjalan sendiri, dab ada yang memukul dari belakang. “Biasanya kalau kejadian seperti itu karena yang berkunjung sudah memiliki niat tidak baik,” jelasnya.

 

Seperti diketahui, tanah Minahasa memiliki kekayaan budaya yang patut dipertahankan dan dikembangkan.

 

(Tim)

Advertisement

Trending