Minta Fee Sebesar 7,5 Persen, Kabid Holtikultura Distan Nganjuk Terjaring OTT
Connect with us

Daerah

Minta Fee Sebesar 7,5 Persen, Kabid Holtikultura Distan Nganjuk Terjaring OTT

Published

on

KlikNGANJUK – TP yang merupakan seorang pejabat pembuat komitmen atau PPK untuk pengadaan benih sebar bawang merah di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk tertangkap tangan dalam operasi tangkap tangan(OTT) yang dilakukan Polda Jawa Timur.

 

Operasi tangkap tangan (OTT) korupsi terhadap TP yang merupakan Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, dilakukan di sebuah rumah makan Al zam zam, di Jalan Pace Kabupaten Nganjuk.

 

TP berhasil diciduk oleh anggota Subdit III Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reskrim Khusus, Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama dua orang lainnya, yaitu AM seorang staf di Bank Jatim dan BS dari UD Puspo Agro Sejati. Keduanya masih berstatus sebagai saksi.

 

Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin yang didampingi Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Wahyudi Hidayat, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dan Dirreskrimsus Kombes Pol Agus Santoso, dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh petugas, baru TP selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada kegiatan pengadaan benih sebar bawang merah pada Dinas Pertanian Nganjuk yang berstatus tersangka.

 

“Baru TP yang statusnya sudah tersangka, karena bukti yang ada di lapangan cukup kuat menjadikannya tersangka, dimana anggarannya bersumber dari APBN TA 2017,TP meminta fee kepada penyedia bibit sebesar 7,5 % dari nilai kontrak Rp 6.088.062.500,” ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin, Senin (2/10/2017).

 

Lanjut Kapolda Jawa Timur, anggota tim Subdit Tipikor berhasil mengamankan barang bukti uang yang diminta TP kepada penyedia bibit berupa uang tunai sebesar Rp 317.700.000, 3 buah handphone dan beberapa dokumen kontrak pengadaan benih pokok dan sebar bawang merah.

 

Ditambahkan Irjen Pol Machfud Arifin, saat diamankan TP bersama dua orang di dalam rumah makan tersebut. “Dua orang yang bersama TP saat kami lakukan operasi tangkap tangan masih sebatas saksi, tapi kami akan kembangkan kasus ini siapa-siapa yang terlibat di dalamnya. Karena bisa kita ketahui semua dari hasil pengembangan kasusnya ke depan dan pasti akan ketahuan,” ujar Kapolda Jawa Timur.

 

Nantinya para pelaku akan dijerat dengan pasal “11 dan atau pasal 12 huruf e UU RI No 31 tahun 1999” yang diubah UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

 

(Tim)

Advertisement

Trending