Milad ke-3, Begini Sejarah Berdirinya Komunitas Pejuang Suling Manado
Connect with us

Humaniora

Milad ke-3, Begini Sejarah Berdirinya Komunitas Pejuang Suling Manado

Published

on

Pejuang Suling
Ketua Umum Sakti Kader. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Komunitas Pejuang Suling (Subuh Keliling) Manado merayakan Milad ke-3, pada Jumat (9/3/2021) kemarin, dengan menggelar doa bersama.

Doa bersama tersebut berlangsung khidmat, apalagi dihadiri secara langsung oleh sejumlah tokoh agama Kota Manado, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Komunitas ini memang terhitung cukup eksis di Kota Manado. Mereka rutin menggelar kegiatan sosial maupun olahraga, dalam menjaga tali silaturahmi.

Ketua Umum Pejuang Suling Manado Sakti Kader menjelaskan proses terbentuknya komunitas ini. “Awalnya pada bulan Juni 2018, kami sering ketemu di beberapa masjid di waktu subuh,” ungkapnya, Sabtu (10/7/2021).

Waktu itu, kata Sakti, mereka belum begitu dekat karena belum saling kenal satu dengan lainnya. “Seiring berjalan waktu, kami mulai janjian satu sama lain untuk salat Subuh di satu masjid, tapi harinya tidak menentu kadang kala hari sabtu, ahad dan hari biasa lainya,” sambungnya.

Seiring waktu, program salat Subuh berjamaah ini terus berjalan setiap Minggu. “Waktu terus berjalan, kami mulai bergerak syiarkan kepada teman dan kerabat kami tentang keutamaan salat Subuh ini dan Alhamdulillah syiar dan dakwah kami diterima dan sangat direspon,” ungkapnya.

HUT ke-3 Pejuang Suling
Foto bersama. (Sumber Foto: Istimewa)

Satu bulan setelah pertemuan awal dengan program rutin salat Subuh keliling, lanjutnya, mereka pun membentuk Komunitas Pejuang Suling Manado.

“Yaitu pada 1 Juli 2018, dengan struktur pengurusnya dimana ada ketua sekretaris bendahara (KSB) dan pembina-pembina,” jelasnya.

Sakti juga menjelaskan bahwa saat ini komunitas yang dipimpinnya itu sudah dilegalkan dalam akta notaris.

Sementara itu, Seksi Dakwah Suling Yusri Radjaku mengungkapkan bahwa sampai saat ini mereka tetap mendapatkan motivasi dan bimbingan dari pembina, yaitu Ustadz Yaser bin Salim Bachmid, Ustadz Fadel Syawie, Ustadz Firhat Alkatiri, dan Hi Kennedy Paputungan.

“Hingga saat ini di tahun ke-3, doakan kami selalu istiqomah dalam syiar dan dakwah Subuh Keliling Manado dari masjid satu ke masjid lainnya, semata-mata mencari rida Allah,” pungkasnya.

(***)

Advertisement

Trending