Menyelamatkan Ibu Jadi Motif Kasus Suap Aditya
Connect with us

Headline

Menyelamatkan Ibu Jadi Motif Kasus Suap Aditya

Published

on

Menyelamatkan Ibu

KlikJAKARTA – Keinginan untuk menyelamatkan ibu yang telah divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado, jadi motif anggota DPR melakukan suap ke Ketua Pengadilan Tinggi Manado.

 

“Jumat 6 Oktober kami menerima informasi dugaan suap terhadap hakim tinggi Sulut terhadap putusan banding perkara Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa kabupaten Bolaang Mongondow,” kata Wakil Ketua KPK Laode Syarif dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2017).

 

Laode menjelaskan, ibu Aditya, Marlina Moha sudah divonis 5 tahun penjara di PN Manado, dengan nomor perkara 49/pidsus-tpk/2016.

 

Vonis tersebut diberikan karena Marlina dinilai terbukti melakukan korupsi dalam kasus Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa senilai Rp1,25 miliar.

 

Pihak Marlina sendiri sudah mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Adapun upaya suap Aditya terhadap Sudiwardono untuk mengamankan putusan banding tersebut.

 

“SDW adalah pejabat PT Sulut sekaligus majelis banding perkara tersebut,” papar Laode.

 

Yang menarik, dalam melaksanakan aksi suap itu, Aditya dan SDW menggunakan kode “Pengajian”. Kode ini disebut belum pernah digunakan pada kasus-kasus sebelumnya.

 

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu, KPK juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp56 ribu dollar Singapura.

 

Sementara itu, sejumlah pengguna media sosial memperdebatkan tindakan Aditya menyuap Sudiwarsono. Beberapa diantaranya bahkan mengaku akan berbuat hal yang sama, jika ibunya mengalami masalah serupa.

 

Selain Aditya dan Sudiwarsono, KPK juga menahan ajudan dan sopir kendaraan Aditya.

 

(Tim)

Advertisement

Trending